WARGA LEBANON Ketakutan! Akibat Rentetan Ledakan Pager-Walkie Talkie

- Penulis

Sabtu, 21 September 2024 - 00:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Orang-orang berkumpul di luar rumah sakit yang merawat korban ledakan pager. (Reuters)

Orang-orang berkumpul di luar rumah sakit yang merawat korban ledakan pager. (Reuters)

SuarIndonesia — Lebanon diguncang serangan aneh selama dua hari berturut-turut. Pager-pager dan walkie talkie yang digunakan oleh milisi Hizbullah tiba-tiba meledak. Masyarakat di negara yang bertetangga dengan wilayah pendudukan Israel ini menjadi resah.

Bagaimana tidak resah? Puluhan orang tewas akibat ledakan gawai-gawai komunikasi itu. Dikutip detikNews dari Reuters, Jumat (20/9/2024), total 37 orang tewas dan nyaris 3.000 orang lainnya mengalami luka-luka dalam dua peristiwa teror itu.

Peristiwa pertama, pager-pager Hizbullah meledak pada Selasa (17/9/2024) waktu setempat. Peristiwa kedua, walkie talkie meledak pada Rabu (18/9/2024) waktu setempat. Sejurus kemudian, video-video mengenaskan yang menunjukkan akibat ledakan menjadi viral di media sosial.

Israel menjadi pihak yang pertama kali tertuduh sebagai dalang atas teror tersebut. Rezim Zionis di selatan Lebanon memang belakangan punya relasi yang tegang dengan Hizbullah.

Warga biasa menjadi ikut ngeri. Pager dan walkie talkie saja bisa secara misterius meledak. Lantas, bagaimana nasib ponsel hingga barang elektronik yang dibawa warga biasa?

Dilaporkan AFP, Jumat (20/9/2024), beberapa warga Lebanon memilih untuk membuang power bank mereka. Sebagian lainnya memilik untuk tidak membawa ponsel mereka saat tidur.

“Apa yang terjadi dalam dua hari terakhir ini sangat menakutkan. Mengerikan,” tutur salah satu warga kota Baalbek, Lina Ismail, saat berbicara via telepon dengan AFP, seperti dilansir AFP.

Kota Baalbek yang ditinggali Ismail menjadi lokasi sejumlah ledakan perangkat komunikasi pada Selasa (17/9) dan Rabu (18/9) waktu setempat. Selain menewaskan puluhan orang, ledakan-ledakan itu juga melukai nyaris 3.000 orang lainnya. Kebanyakan perangkat yang meledak digunakan oleh para anggota Hizbullah.

“Kami sangat takut sehingga kami membongkar inverter (komponen dalam sistem energi surya) dan mematikan perangkat tersebut,” ucap Ismail.

“Saya mengambil power bank putri saya dan kami bahkan tidur dengan ponsel berada di kamar terpisah,” ujarnya dengan suara gemetar.

Warga dilanda serangan panik
Otoritas Lebanon, sejak Kamis (19/9), melarang setiap penumpang yang terbang dari Bandara Beirut untuk “membawa perangkat pager atau walkie talkie jenis apa pun ke dalam pesawat”.

Ghadir Edi (25), salah satu warga Lebanon, menuturkan dirinya mempertimbangkan untuk membuang ponselnya. Namun dia berubah pikiran setelah melakukan pencarian informasi di internet.

Baca Juga :   WARGA Kobar Males Antre di SPBU, Terpaksa Beli Eceran Pertalite Rp 22 Ribu per Botol

“Di rumah, kami berhenti menggunakan energi surya karena kami merasa tidak aman dengan baterainya,” ucapnya kepada AFP, Diketahui bahwa di Lebanon, sistem energi surya membantu warga untuk mengatasi pemadaman listrik rutin.

Sementara itu, lalu lintas di Beirut dan pinggiran selatannya tampak normal pada Kamis (19/9/2024), namun sebenarnya banyak orang, termasuk Eid, yang menghindari area keramaian atau area di mana anggota Hizbullah berkumpul “karena kita tidak tahu siapa yang bisa meledak”.

Suara ban truk yang pecah di jalanan sempat memicu kepanikan di jalanan Lebanon, karena banyak orang khawatir akan terjadi ledakan lagi.

Mobil yang rusak sebagian setelah diduga akibat ledakan walkie-talkie di dalamnya, di kota pelabuhan selatan Sidon, Lebanon, Rabu, 18 September 2024. (AP Photo/Mohammed Zaatari)

“Ledakan menjadi bagian dari banyak hal yang menumpuk dan menciptakan kegelisahan dan rasa tidak aman… terutama karena kita tidak tahu apakah perang akan terjadi,” ucap salah satu warga Lebanon, yang enggan disebut namanya, saat berbicara kepada AFP.

Hizbullah adalah kelompok bersenjata yang didukung Iran. Sikap mereka jelas yakni menentang Israel. Turki mengatakan Israel hendak memperluas perang Gaza ke Lebanon.

“Kita melihat Israel melancarkan serangannya terhadap Lebanon selangkah demi selangkah,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki, Hakan Fidan, kepada televisi pemerintah TRT dan dilansir AFP.

Israel sejauh ini belum memberikan komentar langsung atas insiden tersebut. Namun Tel Aviv telah menyatakan akan memperluas cakupan perang yang berlangsung di Jalur Gaza dengan mencakup front Lebanon.

Otoritas Turki menyalahkan Israel atas insiden ledakan massal di Lebanon tersebut.

“Kita telah sampai pada titik di mana operasi yang dilakukan Israel menjadi semakin provokatif, dan sebagai balasannya, Iran, Hizbullah dan elemen-elemen yang dekat dengan mereka tidak punya pilihan selain merespons,” sebut Fidan dalam pernyataannya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DANREM !01/Ant Bersama KASAL dan Gubernur Padamkan Karhutla di Guntung Damar
WAMENKO PANGAN Bersama Dankodaeral XIII dan Kapolda Kalsel Cek Langsung Posko Tegal Arum
INSTRUKSI LANGSUNG PRESIDEN pada H Isam Pimpin dan Mengkoordinasikan Penanganan Karhutla di Kalsel
DITETAPKAN Polri Tiga Tersangka Pembakar Lahan di Kalsel
KASAL : Tak Separah di Medsos Kondisi Karhutla di Kalsel
SERENTAK di 17 Titik Karhutla Digempur Prajurit Korem 101/Antasari Bersama Tim Gabungan
REWARD Pengungkap Jaringan Internasional Penyelundupan Sisik Trenggiling
PELANGGARAN, 11 Pengendara di Lintasan Banjarmasin Ditilang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:03

PRESIDEN Prabowo Pastikan Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:57

314 NAKES-Logistik Dikirim ke Provinsi Terdampak Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:49

KUALITAS Udara Kota Palangka Raya “Berbahaya”

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:43

CEGAH Dampak Asap Karhutla, Kotim Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:46

BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:32

LAKA MAUT di Palangka Raya, 2 Warga dan 1 Polisi Tewas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:45

SEMBILAN Tongkat Komando Perangi Narkoba di Kalteng

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:49

PENERBANGAN ke Muara Teweh Dibatalkan Akibat Kabut Asap

Berita Terbaru

Nasional

PRIA MABUK Aniaya Perempuan dengan Botol

Senin, 24 Agu 2026 - 01:11

Personel Yonif TP 882/Hulubalang melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali menyala di lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026). (Foto: Antara/Jessica Wuysang)

Nasional

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla Kalimantan

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:19

Petugas pemadam kebakaran Dinas Kehutanan Kalteng berusaha memadamkan api yang membakar lahan gambut di Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (12/7/2026). (Foto: HO-Antara)

Nasional

SEJUMLAH Menteri Ditunjuk Tangani Karhutla per Wilayah

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:41

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca