WALIKOTA ‘DISEMPROT’ Lansia Gegara Sulitnya Bervaksin di Banjarmasin

- Penulis

Kamis, 5 Agustus 2021 - 00:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina langsung mendapat disemprot pertanyaan oleh salah satu lansia yang saat itu mengikuti vaksin dosis kedua ketika masuk gedung Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Rabu (4/8) siang.

Bukan tanpa alasan, hal itu dikarenakan lansia berusia 74 tahun yang bernama Siti Sarawiyah Toyyib itu sempat disuruh mengantre dengan berjubel bersama peserta vaksinasi lainnya.

Selain itu, alasan protes yang diungkap Sarawiyah itu juga dikarenakan dirinya kesulitan mendapatkan vaksin dosis kedua.

Pasalnya, ia mengaku semestinya dirinya sudah mendapatkan vaksin dosis kedua di bulan Juli lalu.

Tapi, ketika mendatangi puskesmas yang berada di wilayah tempat tinggalnya di Kompleks Banjar Indah Permai, vaksin justru kosong.

“Saya malah disuruh ke mall, di situ katanya ada vaksinasi massal. Saya ke sana, antre di sana, berjubel, tapi ujung-ujungnya saya juga tidak kebagian vaksin,” cecarnya.

Upayanya untuk mendapatkan vaksin itu bahkan dilakukannya tiga kali berturut-turut. Tapi jawaban yang didapatkannya selalu sama: vaksin kosong.

 

 

WALIKOTA 'DISEMPROT' Lansia Gegara Sulitnya Bervaksin di Banjarmasin (2)

 

 

Kondisi itu juga dirasakannya kemarin (4/8) ketika mendatangi GOR Hasanuddin HM. Dia mengaku sempat ditolak oleh petugas.

Padahal, dia sudah mengatakan bahwa dirinya termasuk golongan mesti diprioritaskan divaksin yakni lansia.

“Anak saya bolak-balik melapor tadi. Syukurlah, akhirnya saya bisa bervaksin. Semestinya vaksin di puskesmas didahulukan. Apa gunanya puskesmas kalau vaksinnya di sana malah kosong,” keluhnya.

Mendengar keluhan itu, Ibnu pun lantas tampak meminta maaf kepada Sarawiyah. Ia pun lantas menjelaskan bahwa lansia sejatinya memang harus diprioritaskan.

Bahkan, secara teknis pun, antrean untuk lansia menurutnya juga harus dibedakan.

“Tapi mungkin, ibu tadi terpisah dari antrean yang lain. Mungkin karena terlalu panjang antreannya sehingga beliau jadi menunggu-nunggu. Mudah-mudahan ke depannya tidak terjadi lagi,” harapnya.

Baca Juga :   KEMARAU MENGGANAS, 23 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin

Menjawab perihal kosongnya vaksin di puskesmas, Ibnu mengatakan bahwa saat ini vaksin yang datang masih sedikit. Hanya ada 918 vial. Alhasil, belum bisa didistribusikan ke seluruh puskesmas.

Makanya, vaksin itu pun seluruhnya digunakan untuk pelaksanaan secara massal saja.

“Kalau harus didistribusikan, itu belum bisa. Vaksinnya terbatas. Nanti akan jadi persoalan lagi di masing-masing puskesmas. Kecuali distribusinya cukup, akan kami bagikan langsung ke puskesmas,” jelas Ibnu.

Ibnu menilai, persoalan yang dialami Kota Banjarmasin, sama dengan daerah lainnya di seluruh Indonesia.

“Sempat ada informasi bahwa vaksin menumpuk di Jakarta. Setelah dicek ternyata ada benarnya. Padahal di daerah pada teriak semua. Tapi persoalan ini sudah akan teratasi, pemerintah pusat berjanji akan mendatangkan 35 juta vaksin. Itu yang kita tunggu,” bebernya.

Lebih lanjut, Ibnu pun mengatakan bahwa vaksin yang diusulkan pihaknya untuk Kota Banjarmasin yakni sebanyak 25 ribu vial. Syukurlah menurutnya, akan ada titik terang terkait usulan itu.

Ia mengungkapkan bahwa Kota Banjarmasin akan mendapat sekitar 9 ribu lebih vial vaksin. Menurutnya, dengan adanya bantuan itu pihaknya pun bisa mentargetkan 69 ribu dosis kedua yang belum diberikan, bisa terpenuhi.

“Sehingga herd immunity bisa terkejar dan terbentuk. Angka penyebaran Covid-19 bisa ditekan. Dan dalam sepekan ke depan kita bisa keluar dari level 4,” tutupnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan
RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu
LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18