WAH !! Begini Diungkapan Pelaku Sebelum Memutilasi dan Jeritan Terakhir Korban “Tolong, Sakit, Sayang”

- Penulis

Kamis, 3 Juni 2021 - 16:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia -Wah !! ternyata begini ungkapan sebelum pelaku melakukan eksekusi mutilasi terhadap Rahmah (33) ibu dua anak ini.

Pasca diamankannya pelaku Hari Piuwanto (40) terlihat santai saat Press Realase di Ruang Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin, Kamis (3/6/2021).

Dipimpin langsung Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK MM didampangi Kasat Reskrim Kompol Alfian Tri Permadi menjelaskan alur kronologis pelaku hingga menghabisi ibu rumah tangga menggunakan pisau

“Proses memenggal kepala korban tak memakan waktu lama hanya sekitar 3 menit,” ucap pelaku.

Kapolresta mengatakan bahwa pelaku mengorok leher korban dari belakang menggunakan pisau belati yang dimodifikasi dari gunting

“Pelaku yang sudah kesal dengan korban yang selalu meminta tambahan sejumlah uang langsung menggorok leher korban dengan pisau belati,” ujar Kapolresta.

Mengetahui korban tewas dengan posisi kepala terpisah, pelaku melucuti pakaian korban untuk membersihkan darah yang berceceran guna menghilangkan jejak

” Pelaku keluar menggunakan motor korban untuk beli solar untuk membakar guna menghilang jejak,” katanya

 

 

Sementara pelaku Hari Purwanto (40) mengatakan, bertemu korban di kawasan Pasar Sudimampir, Selasa (3/6/2021) malam.

Dimana, kedua melakukan kesepakatan terkait tarif kencan sebesar Rp 300 ribu di losmen HI.

Namun, korban berulah dengan meminta tambahan Rp 500 ribu, padahal “permainan” belum di mulai dengan dalih untuk tarif berhubungan badan.

Merasa syahwat sudah naik, permintaan itersebut disetejui pelaku hingga keduanya terlibat hubungan badan.

Mengetahui pelaku nikmati “permainan ” mereka, korban kembali minta tambah Rp500 ribu. Akan tetapi tidak hiraukan pelaku.

Respon tersebut tidak ditanggapi. Rayuan gombal korban kembali membujuk pelaku untuk membelikan susu, popok dan kebutuhan anak-anaknya yang lain.

Baca Juga :   KEJATI KALSEL Menghadirkan Empat Narasumber pada "FGD", Ini yang Dibahas

“Permintaan aku turut untuk membeli popok dan kebutuhan anaknya,” ujar Hari yang pernah tersandung kasus narkoba.

Setelah selesai “bermain”, keduanya lalu menuju ritel modern di kawasan tersebut untuk merealisasikan janji.

Belanjaan tersebut kemudian dititipkan ke sebuah penginapan. Usai berbelanja sesuai permintaan korban dan uangnya pun habis.

Ia pun minta tolong kepada korban untuk diantarkan pulang dengan menggunakan sepeda motornya.

“Korban mau saja mengantas asalkan mau memberi uang sebesar Rp500 ribu,” kata Hari.

Alih-alih minta antar pulang ke rumah, pelaku malah membawa korban ke rumah kosong yang merupakan lokasi kejadian.

“Aku suruh korban masuk ke dalam rumah kosong itu untuk mengambil uang, ” tambahnya

Korban mau saja mengikuti permintaan pelaku.Rasa kesal yang di pendam lantaran tuntutan korban tanpa banyak bicara pelaku menggorok leher korban dari belakang dengan menggunakan sebilah gunting yang dimodifikasi seperti belati.

“Korban sempat teriak “tolong, sakit, sayang” tapi karena kesal aku nekad habisi,” ungkap Hari Piuwanto seharinya buruh serabutan ini

Diberitakan sebelumnya, warga geger penemuan mayat  tanpa busana di kawasan Jalan Belitung Banjarmasin Barat, Rabu (2/6) pagi, sekitar pukul 06.00 WiTA dan pelaku,  warga Jalan Pembangunan Banjarmasin diringkus tak lama setelah kejadian di kawasan Bati Bati, Pelaihari Tanah Laut. (YI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji
KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan
KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah
KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla
LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar
GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia
DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas
CEGAH KORUPSI, KPK Usul Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Jumat, 24 April 2026 - 18:34

KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah

Jumat, 24 April 2026 - 13:58

LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45

GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia

Jumat, 24 April 2026 - 13:27

DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 21:47

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Berita Terbaru

Jemaah calon haji saat berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel, untuk keberangkatan kloter pertama pada Jumat (24/4/2026) dini hari. (Foto: Antara/Firman)

Bisnis

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:44

Iffa Rosita, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. (Foto: Humas OIKN)

Politik

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:37

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca