SuarIndonesia – Epidiomolog Kalsel, IBG. Dharma Putra, menyebut vaksin covid-19 tidak menyebabkan sakit seperti yang dikhawatirkan sebagai orang.
Ia mengungkap terjadi efek sakit bagi penerima vaksin hanya dikarenakan kurangnya skrining awal.
“Saat vaksinasi skrining tidak ketat, bahkan tidak swab antigen. Bisa saja orang divaksin sudah terinfeksi dan dalam masa inkubasi, selesai vaksin kena efek samping,” bebernya, Minggu (14/3/2021).
Menurut Dharma, saat ini yang perlu dikhatirkan bukanah soal efek samping vaksinasi, namun yang lebih penting capaian imunisasi.
Ia mengatakan saat ini belum tercapai imunisasi sesuai dengan target pemerintah dengan memprioritaskan tenaga kesehatan dan lanjut usia (lansia).
Ia menekankan yang juga perlu dikawatirkan adalah anggapan sebagian orang bahwa vaksin bisa menegah penularan.
Sampai saat ini belum ada yag bsa membuktikan vaksin bisa mencegah penularan covid-19. Digarisbawahi Dharma yang benar vaksin menurunkan keganasan virus dan mencegah kematian karena covid-19.
“Dengan kondisi demikian maka protokol kesehatan tetap harus dijalankan. Petugas kesehatan juga harus tetap melakukan surveilan dega bagus terutama tracing, tracking, dan treatment (3T).
Apa yang mejadi kekurangan di harus terus dievalusi, jangan hanya terjebak rutinitas pekerjaan,” urainya.
Dharma mengakui pandemi yang berlangsung sudah cukup lama menyebabkan kelelahan di masyarakat.
Yang namanya orang lelah secara spiritual pasrah dan secara sosial lebih abai dengan protokol kesehatan.
“Dulu ketika sampai rumah langsung mandi, sekarang langsung tidur karena sudah lelah.
Hal ini menjadi tugas pemerintah menjaga masyarakatnya, jangan nanti masyarkat yang disalahkan.
Masyarakat pasti disiplin kalau pemerintah mengambil langkah paling strategis,” ungkapnya.
Ia menyebut herd imunitas seperti yang digaung-gaungkan tidak terlalu bisa diharapkan dari vaksin. Efektifitas vaksin hanya sekitar 60 persen sebelum adanya mutasi virus corona B117.
Vaksin tersebut diharapkan mengurangi kegawatan ketika terserang covid-19 dan mencegah orang tidak mati.
“Caranya cakupan vaksin harus dicapai dengan cepat. Kita berharap melalui vaksin terjadi penurunan jumlah orang sakit , karena belum ada bukt vaksi menyebabkan kebal dari dari virus,” pungkasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















