SuarIndonesia – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kota Banjarmasin bersama TGTP2 Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (17/5) pagi, melaksanakan penyemprotan disinfektan di enam pasar yang kemarin dilaksanakan rapid test massal.
Enam pasar tersebut yakni, Pasar Lima, Pasar Sudimampir, Pasar Pekauman, Pasar Lokasi, Pasar Binjai, dan Pasar Lama.
“Penyemprotan itu didukung penuh oleh TNI Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin dan Provinsi Kalsel,” ucap Jubir TGTP2 Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.
Lanjut Machli menyampaikan, penyemprotan itu dilakukan sebagai upaya maksimal dalam percepatan penanganan penanggulangan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 atau Virus Corona di Banjarmasin.
Pasalnya, dari hasil rapid test yang dilakukan di enam pasar pada hari Sabtu (16/5), dari total yang di tes sebanyak 1.361 orang, yang hasilnya reaktif sebanyak 129 orang, 1.232 orang lainnya mendapati hasil non reaktif.

Hal senada juga disampaikan, Ketua Harian TGTP2 Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makkie, pelaksanaan penyemprotan ini rangkaian dari hasil rapid test yang dilakukan di enam pasar kemarin.
“Hasilnya cukup membuat kita sangat prihatin, diketahui ada 129 reaktif. Tapi ini juga sebuah kesempatan bagi kita untuk dapat melakukan kegiatan berikutnya, sehingga dapat mengantisipasi penyebaran secara lebih cepat,” ujarnya.
Haris menegaskan, dirinya telah memerintahkan BPBD agar dapat melakukan penyemprotan disinfektan minimal tiga hari sekali di Banjarmasin, maupun wilayah-wilayah melaksanakan PSBB atau di kota-kota lainnya.
“Teman-teman yang bertugas melakukan penyemprotan juga kami arahkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait pemahaman atau informasi tentang bagaimana apa yang harus dilakukan untuk turut membantu dalam penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Selain itu ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalsel, jika ada keluarganya yang memang harus menjalani karantina, agar dengan sukarela jangan takut mengkarantina dirinya yang dilakukan oleh pemerintah atau gugus tugas.
Ia juga memberikan pemahaman kepada keluarga yang ditinggalkan selama dikarantina, bahwa pemerintah akam menjamin mereka yang dikarantina di rumah karantina yang disediakan oleh pemerintah dan gugus tugas.
“Jangan takut, karena tempatnya sangat nyaman, fasilitasnya setara dengan hotel bintang satu. Jadi tidak ada suasana yang mencekam maupun suasana yang tidak mengenakan. Kami berusaha untuk sebaik-baiknya menangani para orang-orang yang kami isolasi. Jadi sekali lagi masyarakat kami himbau mari kita menyadarkan diri kita sendiri dengan sukarela mau dikarantina atau diisolasi sesuai dengan tingkat keterpaparannya,” pungkasnya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















