SuarIndonesia — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengumpulkan para pakar dunia untuk menyelaraskan pendidikan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) guna memicu kreativitas dan inovasi peserta didik.
“STEAM memainkan peran penting dalam mencapai pembelajaran sains yang mengintegrasikan pendekatan interdisipliner,” kata ketua panitia Dr Syahmani MSi dalam seminar internasional bertajuk International Conference on Mathematics, Science and Computer Education (ICMSCEdu) 2024 di Banjarmasin, Jumat (18/10/2024).
Dikutip dari Antara, Syahmani menjelaskan melalui harmonisasi STEAM, siswa tidak hanya diajarkan konsep-konsep dasar tetapi juga dilatih untuk memecahkan masalah dunia nyata yang terkait dengan isu-isu keberlanjutan, seperti perubahan iklim dan ketidaksetaraan sosial.
Pendekatan ini mengajak siswa untuk berpikir kritis dan kolaboratif, mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang mampu menciptakan solusi berkelanjutan.
Dengan menggabungkan elemen seni (arts) dalam pembelajaran STEM, diharapkan akan muncul pemahaman yang lebih mendalam dan komprehensif tentang tantangan global yang dihadapi, sehingga siswa dapat berkontribusi secara positif terhadap masyarakat dan lingkungan.
Seminar internasional bertemakan “Harmonizing STEAM Education for Sustainable Development Goals” ini mendatangkan pembicara dari berbagai negara yakni Prof Peter Grootenboer (Griffith University, Australia), Dr Mayrose Ramos Salvador (Pueblo Science, Kanada), Asst Prof Dr Park Joon Hyeong (Nanyang Technological University, Singapura), Prof Dr Siti Zubaidah, MPd (Universitas Negeri Malang), Dr Nor Farah Wahidah binti Abdul Rahman (University Teknologi Malaysia), Dr rer nat Robby Zidny SPd MSi (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa), dan Prof Dr Sutarto Hadi MSi MSc (ULM).
Kemudian pembicara yang diundang Dr Arif Sholahuddin MSi (ULM), Dr Meryansumayeka SPd MSc (Universitas Sriwijaya), Dr Ir Jaka Fajar Fatriansyah MSc, IPM (Universitas Indonesia), Danang Bagus Yudistira MSi (HAFECS), Dr Amalia Rezeki MPd (ULM), Dr Harja Santana Purba, MKom (ULM), Dr Syahmani MSi (ULM), dan Dr Sri Hartini MSc (ULM).
Usai seremonial pembukaan oleh Wakil Rektor ULM Bidang Kerjasama, Humas, dan Sistem Informasi Dr Ir Yusuf Azis MSc, dilanjutkan sesi pleno dan sesi paralel.

Pada sesi paralel terdapat 89 abstrak yang dipresentasikan dengan total penulis 247 orang dengan partisipan yang hadir sebanyak 420 orang.
Penulis tersebut berasal dari berbagai universitas, di antaranya ULM, Universitas Mulawarman, Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Palangkaraya, Universitas Hasanuddin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Indonesia, dan institusi lainnya.
Dekan FKIP ULM Prof Dr Sunarno Basuki MKes, AIFO merasa bangga dapat mengundang para ahli di bidang Matematika, Sains dan Komputer untuk berbagi tentang temuan-temuan terbaru di bidang keahliannya masing-masing.
Dia berharap konferensi internasional ini dapat menjadi tempat akademisi, pendidik guru, peneliti, guru, dan mahasiswa dari pendidikan dasar, menengah, dan tinggi dari seluruh pelosok dunia untuk berbagi temuan, keahlian, dan pengalaman di bidang Pendidikan Matematika, Sains, dan Komputer guna berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia dan dunia.
Pada konferensi internasional tahun ketiga ini setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2019 dan 2022, ULM bekerja sama dengan berbagai organisasi internasional dan nasional, termasuk Pueblo Science dari Kanada, Physical Society of Indonesia (PSI), Himpunan Kimia Indonesia (HKI), Persatuan Pendidik IPA Indonesia (PPII).
Kemudian Himpunan Matematika Indonesia, Himpunan Pendidik dan Peneliti Biologi Indonesia (HPPBI), Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputasi (APTIKOM), dan Highly Functioning Education Consulting Services (HAFECS) dari Indonesia.
Dengan cakupan yang luas meliputi ilmu terapan dan pendidikan dalam bidang Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, Ilmu Komputer, dan Ilmu Pendidikan, konferensi ini dirancang untuk menjadi wadah berbagi dan publikasi pengetahuan, sekaligus mendukung penerapan kurikulum Merdeka Belajar. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















