Uji Coba Larangan Kresek di Pasar Pandu dan Teluk Dalam

Uji Coba Larangan Kresek di Pasar Pandu dan Teluk Dalam

Suarindonesia – Meskipun jumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Banjarmasin hanya 130 buah dan 11 di antaraya TPSR dengan 63 truk yang beroperasi, tetapi Pemko Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tetap optimis mendapatkan Tropi Adipura Kencana.

Keoptimisan tersebut karena dari presentasi Walikota, Wakil Walikota, juga didukung DPRD Kota Banjarmasin sepakat untuk melanjutkan kebijakan pengurangan kantong plastik di Pasar Teluk Dalam Muara dan Pasar Pandu.

Kebijakan pengurangan kantong kresek di pasar modern yang bisa menyusutkan volume limbah plastik Kota Banjarmasin sebanyak tiga persen. Angka ini didapat dari total sampah TPA Basirih yang jika dihitung-hitung bisa mencapai 600 ton sampah per hari.

Karena itulah, dengan tekadnya Banjarmasin menjadi pionir pengurangan kantong plastik, sehingga membuat ota seribu masjid ini optimis akan mendapatkan Piala Adipira Kencana yang tinggal menunggu pengumuman.

“Kita terus mendorong dan mengajak warga kota agar memperkuat kesadaran dengan tidak menggunakan kresek ketika berbelanja ke pasar tradisional,’’ ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs H Muhyar kepada wartawan, Rabu (9/1) di kantornya.

Didampingi sejumlah stafnya Muhiyar mengaku selama dua tahun sudah berlaku cukup efektif dalam mengurangi sampah plastik di Banjarmasin.
“Kemudian, tahun ini akan kita uji coba di Pasar Pandu dan Pasar Teluk Dalam,” katanya.

Sebelumnya Walikota H Ibnu Sina juga optimistis kebijakan ini bisa berjalan dengan lancar. Hal yang paling mendasar dari pemberlakuan pengurangan regulasi ini sendiri adalah perubahan pola pikir warga Banjarmasin.

“Jadi, ketika ingin belanja, mereka mesti bawa kantong belanja sendiri,” ujar Ibnu Sina.

Bahkan, sebagai alternatif, dirinya menyarankan masyarakat bisa menggunakan bakul purun. Yang bisa ditenteng berulang kali plus tidak mudah hancur. Selain bisa digunakan untuk membawa sayur-sayuran dan buah-buahan, juga bisa menjadi wadah menaruh ikan.

Bahkan, ujar Muhiyar menyatakan rencana pemberlakukan pengurangan kantong plastik atau sampah kantong plastik telah digulirkan pada 2018 lalu dengan melakukan uji coba di Pasar Pandu dan Teluk Dalam secara perlahan-lahan.

“Sedikit demi sedikit kita dekati pedagang dengan melakukan sosialisasi langsung di beberapa pasar. Termasuk kedua pasar yang sedang kita uji coba ini,” katanya.

Muhiyar menyebut dalam melakukan sosialisasi ke pasar tradisional jelas memiliki perlakuan yang berbeda dengan retail maupun pasar modern yang telah diterapkan melalui aturan Perwali No 18 Tahun 2016.

“Makanya dicoba dulu. Sebab masyarakat maupun pembeli di pasar tradisional ini berbeda dengan pasar modern. Pasar tradisional ini kebanyakan dari orang biasa,” kata dia

Ia berharap kepada warga kota untuk mengurangi sampah plastik yang dinilainya sangat penting dalam rangka menjaga kesehatan. “Memang sesuai imbauan Pak Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan juga begitu, agar mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya

Ia meminta kepada pedagang maupun pembeli di pasar tradisional untuk turut berperan dalam mengurangi kantong plastik ini. “Bukan hanya di toko retail, tetapi di pasar tradisional turut berperan dengan memanfaatkan bakul purun atau sejenisnya,” katanya.(SU)

 195 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: