SuarIndonesia– Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, sudah menyampaikan vaksin booster akan mulai digarap 12 Januari.
“Program vaksinasi booster sudah diputuskan oleh Bapak Presiden akan jalan tanggal 12 Januari,” ujar Menkes dikutip dari salah satu portal online.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, HM. Muslim, menjelaskan vaksin booster diberikan 6 bulan setelah suntikan kedua. Dikatakannya, sampai dengan Minggu (9/1/2022), pihaknya belum mendapatkan petunjuk teknis pelaksanaan vaksin booster.
“Wacana sudah ada sesuai pengumuman pak Menkes akan dilaksanakan tangg 12 Januari, tapi kita belum tau berapa kuota untuk Kalsel karena masih menunggu pedoman petunjuknya,” ujarnya.
Disebutkan Muslim, berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan pelaksanaan vaksin booster masih menunggu rekomendasi ITAGI atau Indonesia Technical Advisory Group of Immunization.
“Dari rekomendasi ITAGI akan diketahui apakah nanti dengan skema vaksin yang sama atau berbeda. Booster tenaga kesehatan (nakes) kemarin menggunakan vaksin berbeda yaitu Moderna.
Vaksin booster selanjutnya kita tunggu pemerintah akan menggunakan vaksin yang mana,” ucapnya, seraya menambahkan vaksin booster nakes lebih dari 100 persen.
Ia menambahkan, sasaran vaksinasi booster kedua akan menyasar kelomppk rentan seperti orang tua atau profesi tertentu.
Sasaran vaksin booster kedua dengan kriteria orang beresiko tinggi. Kendati demikian, Muslim belum bisa merinci lebih jauh karena belum menerima juknjs.
“Pedoman ke arah sana sudah didiskusikan, tinggal menunggu legal aspeknya apa, apakah surat edaran atau surat keputusan,” bebernya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















