Suarindonesia – Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dipilih tujuh mahasiswa program doktoral (S3) untuk melakukan penelitian selama dua pekan sejak, Selasa (12/3).
Para mahasiswa St. University ini datang ke Kalsel karena menjalin kerjasama dengan Universitas Sari Mulia (UNISM).
Perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNISM, Rina Alkahfi mengatakan, mahasiswa doktoral asal Filipina itu melakukan penelitian selama dua pekan di Kalsel.
Tidak hanya rumah sakit, masyarakat umum juga akan menjadi objek penelitian.

Dikatakannya, para mahasiswa itu juga turut serta mengedukasi masyarakat luas. “Mereka akan turun langsung ke masyarakat untuk melakukan komunikasi dan memberikan edukasi.
Salah satu yang diedukasi terksit pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sambang Lihum dipilih untuk penelitian dan edukasi.
“Selama di Sambang Lihum mahasiswa asal Filipina ini melakukan penelitian terkait rehabilitasi pecandu narkoba,” jelas Direktur Utama RSJD Sambang Lihum, Dharma Putra,.
Menurut Dharma, mahasiswa S3 Filipina tertarik melakukan penelitian karena ada perbedan penanganan narkoha.
Seperti diketahui Filipina menangani peredaran narkoba dengan cara menembak mati para bandar besar.
Dharma menyebut cara seperti itu banyak gagal dilakukan beberapa negara lainnya. Sedangkan cara menekan pecandu, lanjutnya, efektif akan mengurangi bandar.
“Kalau pecandunya sudah tak ada maka bandar tidak laku lagi. Salah satu fokua yang diteliti mahasiswa Filipina ini terkait penanganan pecandu narkoba,” bebernya.
Selain terkait narkoba, para mahasiswa itu juga melakukan penelitian soal penanganan gangguan mental.
“Mereka ini melakukan study komparasi, hasil dari penelitian di sini akan dibandingkan dengan kondisi riil di Filipina,” ungkapnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















