SuarIndonesia – Upaya pengurangan sampah plastik di Kalimantan Selatan (Kalsel) memasuki babak baru.
Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Lestari Albasia di Martapura resmi mengirimkan produk Refuse Derived Fuel (RDF) perdana ke PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (PT ITP) di Kotabaru.
Dari keterangan, Minggu (16/11/2025), pengiriman perdana dilakukan sejak Jumat (14/12).
Ditandai dengan pelepasan truk pengangkut RDF oleh Plt Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hanifah Dwi Nirwana. Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel Rahmat Prapto Udoyo, Sekretaris DPRKPLH Kabupaten Banjar Gusti Rendy, serta jajaran terkait.
RDF yang dikirim tersebut merupakan hasil pres dan olah sampah plastik bernilai rendah (low value) dari TPS3R Taman Barakat dan TPS3R Lestari Albasia. Produk ini akan dimanfaatkan PT ITP sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen.
Hanifah mengatakan bahwa pemanfaatan sampah plastik menjadi RDF merupakan langkah strategis, bukan hanya dalam menekan volume sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga dalam mendukung penerapan ekonomi sirkular di daerah.
“Inisiatif ini dapat menjadi model bagi daerah lain. Kami berharap Kabupaten Banjar mampu membangun sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sampah, B3 dan Limba DPRKPLH Banjar, Sutiono, menegaskan bahwa kerja sama dengan PT ITP memberi arah baru dalam pengelolaan sampah plastik di daerah tersebut.
“Sampah low value yang sebelumnya langsung menuju TPA kini dapat diproses menjadi produk bernilai energi. Ini mengurangi beban TPA sekaligus membantu industri,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung rantai pengelolaan sampah melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), termasuk memilah sampah rumah tangga sejak dari sumbernya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















