TOKOH Masyarakat: Pemerintah Diminta Dengarkan “17+8 Tuntutan Rakyat”

- Penulis

Rabu, 3 September 2025 - 23:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Alissa Qothrunnada Wahid (kedua kiri) dan Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo (kiri), Sinta Nuriyah Wahid (kedua kanan) dan Guru Besar UI Francisia Saveria Sika Ery Seda dalam konferensi pers Gerakan Nurani Bangsa di Jakarta, Rabu (3/9/2025). (ANTARA/Prisca Triferna)

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Alissa Qothrunnada Wahid (kedua kiri) dan Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo (kiri), Sinta Nuriyah Wahid (kedua kanan) dan Guru Besar UI Francisia Saveria Sika Ery Seda dalam konferensi pers Gerakan Nurani Bangsa di Jakarta, Rabu (3/9/2025). (ANTARA/Prisca Triferna)

SuarIndonesia — Para tokoh agama dan masyarakat meminta pemangku kepentingan mendengarkan kritik dan masukan dari masyarakat maupun para tokoh untuk menjadi dasar perubahan, termasuk “17+8 Tuntutan Rakyat” yang kini beredar di media sosial.

Dalam konferensi pers para tokoh agama dan masyarakat yang tergabung di Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Jakarta, Rabu (3/9/2025), Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Alissa Qothrunnada Wahid juga mengapresiasi “17+8 Tuntutan Rakyat” yang disusun dan dibagikan di media sosial, dikompilasi oleh berbagai unsur masyarakat terutama generasi muda.

Dia mengatakan bahwa pergerakan organik dimulai dari media sosial sebenarnya sudah dimulai sejak lama yang memberikan masukan untuk perbaikan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat.

“Kalau pemerintah dan penyelenggara negara tidak belajar dari dua kali kejadian ini, yang digerakkan oleh media sosial, berati sangat parah,” jelas Alissa melansir ANTARANews.

Tidak hanya itu, “17+8 Tuntutan Rakyat” juga memiliki banyak kesamaan dengan tuntutan yang disampaikan oleh para tokoh agama dan masyarakat yang tergabung dalam GNB.

Termasuk tidak adanya kriminalisasi demonstran dan tidak menggunakan tindakan represif terhadap peserta aksi unjuk rasa. Serta penghapusan tunjangan fasilitas pejabat publik yang berlebihan sehingga memboroskan keuangan negara

Baca Juga :   KONTEN Disinformasi dan Fitnah Ancam Persatuan Bangsa

Dalam kesempatan penyampaian pernyataan GNB usai aksi demonstrasi di sejumlah wilayah Indonesia itu, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo menyebut gagasan dan kritik sudah banyak disampaikan oleh mereka yang tidak memiliki kepentingan khusus seperti akademisi kepada pemerintah dalam periode yang lama.

Terkait hal itu, dia mengharapkan kritik itu dapat disampaikan kepada para pengambil kebijakan, tidak disaring sehingga yang didengar hanya hal-hal baik.

“Tolonglah itu didengar, dipertimbangkan dan sungguh-sungguh dipikirkan bersama-sama dengan mengundang tokoh-tokoh yang tidak mempunyai kepentingan apapun selain untuk kebaikan negeri ini,” jelasnya.

Sebelumnya, unjuk rasa yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia akibat kenaikan tunjangan anggota DPR menimbulkan korban jiwa terjadi sejak 25 Agustus lalu.

Salah satunya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang meninggal di Jakarta karena dilindas kendaraan taktis (rantis) miliki Polri. Kejadian itu menimbulkan aksi yang meluas menyebabkan kerusakan di sejumlah fasilitasi umum dan bertambahnya korban jiwa. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MENKO KUMHAM IMIPAS: Masih Banyak Pungli Dilakukan Jajaran Birokrasi
KASUS PEMERASAN SERTIFIKAT K3: 10 Terdakwa Divonis 1,5–6,5 Tahun Penjara
KPK GELEDAH KEDIAMAN Eks Wamen Imipas Silmy Karim
KEJATI KALSEL Pemulihan Keuangan Negara 7 Miliar Lebih Insiden Tertabraknya Konstruksi Jembatan Pulau Laut
KEJAGUNG: ‘Sudah Pelajari Kasus Korupsi MBG Sejak Lama’
EKS WAMENAKER Noel Divonis 4,6 Tahun Penjara
DUGAAN PEMERASAN, KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dan Tujuh ASN
WAMEN IMIPAS Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:58

MENKO KUMHAM IMIPAS: Masih Banyak Pungli Dilakukan Jajaran Birokrasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:04

KPK GELEDAH KEDIAMAN Eks Wamen Imipas Silmy Karim

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:21

KEJATI KALSEL Pemulihan Keuangan Negara 7 Miliar Lebih Insiden Tertabraknya Konstruksi Jembatan Pulau Laut

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:56

TEMUAN MAYAT PEREMPUAN, Polisi ‘Kantongi’ Nama Terduga Pelaku

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:29

DITAHAN Dua Tersangka Korupsi Batu Bara Ilegal

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:17

KEJAGUNG: ‘Sudah Pelajari Kasus Korupsi MBG Sejak Lama’

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:02

EKS WAMENAKER Noel Divonis 4,6 Tahun Penjara

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:53

DUGAAN PEMERASAN, KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dan Tujuh ASN

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Dr Abdul Mu’ti, bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud membaur dengan kepala sekolah pada peresmian 102 satuan pendidikan yang selesai direvitalisasi di Kaltim. (Foto: Adpim Kaltim)

Kaltim

102 SEKOLAH Hasil Revitalisasi Diresmikan

Jumat, 5 Jun 2026 - 20:53

Basarnas dan tim gabungan evakuasi dua pemuda hilang di hutan Desa Bagugus Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalteng. (Foto: Basarnas Palangka Raya)

Kalteng

DUA PEMUDA HILANG di Hutan Bagugus Dievakuasi

Jumat, 5 Jun 2026 - 20:48

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca