Suarindonesia – Tewas dengan tubuh terluka dialami pria bernama Adi Imam Fizay (30), dan tergeletak di depan rumah warga, Sabtu (10/10/2026), diduga akibat perkelahian
Peristiwa terjadi di kawasan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan dan kasusnya dalam penyelidikan Polisi.
Korban diketahui warga Jalan Kelayan B Banjarmasin Selatan, sebelum mengembuskan napas terakhir, sempat mendatangi rumah warga di Gang Munawarah RT 16 untuk meminta pertolongan.
Korban tergeletak setelah mengaku mengalami luka pada bagian depan tubuhnya. Hingga Sabtu sore, belum diketahui secara pasti penyebab luka maupun lokasi awal terjadinya peristiwa tersebut.
Ketua RT 16, Ahmad Zaini, menuturkan informasi yang diterimanya dari pemilik rumah. Saat itu, korban datang dalam kondisi terluka dan meminta bantuan kepada penghuni rumah.
“Orang itu masuk, membuka pintu, lalu bilang, ‘Tolong saya luka.’ Dia minta tolong, kemudian duduk dan tergeletak. Pemilik rumah lalu melapor kepada saya dan langsung menelepon polisi,” ungkap Ahmad Zaini.
Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan kedatangan petugas Kepolisian ke lokasi.
Warga kemudian mendapati adanya bercak darah di badan jalan, dengan jarak sekitar 10 hingga 20 meter dari rumah tempat korban ditemukan.
Namun, tidak ada warga yang mengetahui secara pasti dari mana darah tersebut berasal ataupun di titik mana korban pertama kali mengalami luka.
Menurut Ahmad Zaini, sebelum kejadian, kondisi lingkungan sekitar juga tidak terdengar adanya keributan. “Kami tidak tahu di mana titik lokasi kejadiannya. Cuma ada titik darah di sana,” ujarnya.
Ia memperkirakan korban masih sempat berusaha menyelamatkan hingga mendatangi rumah warga. Meski demikian, hal tersebut masih sebatas dugaan dan belum diketahui kebenarannya.
Warga setempat juga tidak mengenali pria tersebut. Petunjuk mengenai asal korban hanya diperoleh dari pengakuannya sendiri ketika ditanya oleh pemilik rumah.
“Sempat dia bilang orang Kelayan. Pas ditanya orang rumah, ‘Kamu orang mana?’ dijawabnya orang Kelayan, lalu rebah,” jelasnya.
Identitas korban akhirnya terungkap setelah Tim Inafis Polresta Banjarmasin melakukan pemeriksaan sidik jari. Pria tersebut diketahui bernama Adi Imam Fizay, berusia 30 tahun.
Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Christugus Lirens, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa dan semua masih dalam penyelidikan.
Sementara itu, jenazah kini telah berada di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara menurut relawan yang membantu proses evakuasi, Nur, bahwa identitas korban dipastikan melalui pemeriksaan sidik jari petugas Inafis. Adik korban juga dikabarkan sedang menuju ruang jenazah.
Polisi masih perlu mengungkap penyebab luka yang dialami korban, termasuk memastikan lokasi awal kejadian dan rangkaian peristiwa.(DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















