TEWAS TERLUKA, Pria Warga Kelayan B Ini Tergeletak di Depan Rumah Warga

- Penulis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tewas dengan tubuh terluka dialami pria bernama Adi Imam Fizay (30), dan tergeletak di depan rumah warga, Sabtu (10/10/2026), diduga akibat perkelahian (SuarIndonesia/DO)

Tewas dengan tubuh terluka dialami pria bernama Adi Imam Fizay (30), dan tergeletak di depan rumah warga, Sabtu (10/10/2026), diduga akibat perkelahian (SuarIndonesia/DO)

Suarindonesia – Tewas dengan tubuh terluka dialami pria bernama Adi Imam Fizay (30), dan tergeletak di depan rumah warga, Sabtu (10/10/2026), diduga akibat perkelahian

Peristiwa terjadi di kawasan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan dan kasusnya dalam penyelidikan Polisi.

Korban diketahui warga Jalan Kelayan B Banjarmasin Selatan, sebelum mengembuskan napas terakhir, sempat mendatangi rumah warga di Gang Munawarah RT 16 untuk meminta pertolongan.

Korban tergeletak setelah mengaku mengalami luka pada bagian depan tubuhnya. Hingga Sabtu sore, belum diketahui secara pasti penyebab luka maupun lokasi awal terjadinya peristiwa tersebut.

Ketua RT 16, Ahmad Zaini, menuturkan informasi yang diterimanya dari pemilik rumah. Saat itu, korban datang dalam kondisi terluka dan meminta bantuan kepada penghuni rumah.

“Orang itu masuk, membuka pintu, lalu bilang, ‘Tolong saya luka.’ Dia minta tolong, kemudian duduk dan tergeletak. Pemilik rumah lalu melapor kepada saya dan langsung menelepon polisi,” ungkap Ahmad Zaini.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan kedatangan petugas Kepolisian ke lokasi.

Warga kemudian mendapati adanya bercak darah di badan jalan, dengan jarak sekitar 10 hingga 20 meter dari rumah tempat korban ditemukan.

Namun, tidak ada warga yang mengetahui secara pasti dari mana darah tersebut berasal ataupun di titik mana korban pertama kali mengalami luka.Menurut Ahmad Zaini, sebelum kejadian, kondisi lingkungan sekitar juga tidak terdengar adanya keributan. “Kami tidak tahu di mana titik lokasi kejadiannya. Cuma ada titik darah di sana,” ujarnya.

Baca Juga :   BERSIHKAN Sungai Pemurus Baru, Polisi Tekankan Pentingnya Kesadaran Warga

Ia memperkirakan korban masih sempat berusaha menyelamatkan hingga mendatangi rumah warga. Meski demikian, hal tersebut masih sebatas dugaan dan belum diketahui kebenarannya.

Warga setempat juga tidak mengenali pria tersebut. Petunjuk mengenai asal korban hanya diperoleh dari pengakuannya sendiri ketika ditanya oleh pemilik rumah.

“Sempat dia bilang orang Kelayan. Pas ditanya orang rumah, ‘Kamu orang mana?’ dijawabnya orang Kelayan, lalu rebah,” jelasnya.

Identitas korban akhirnya terungkap setelah Tim Inafis Polresta Banjarmasin melakukan pemeriksaan sidik jari. Pria tersebut diketahui bernama Adi Imam Fizay, berusia 30 tahun.

Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Christugus Lirens, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa dan semua masih dalam penyelidikan.

Sementara itu, jenazah kini telah berada di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara menurut relawan yang membantu proses evakuasi, Nur, bahwa identitas korban dipastikan melalui pemeriksaan sidik jari petugas Inafis.  Adik korban juga dikabarkan sedang menuju ruang jenazah.

Polisi masih perlu mengungkap penyebab luka yang dialami korban, termasuk memastikan lokasi awal kejadian dan rangkaian peristiwa.(DO)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PEGADAIAN Championship 2026/2027: Barito Putera Tumbangkan Persiba 2-0
GUNUNG TITI Sasaran Kapolres HST “Long March” Peduli Lingkungan hingga Antisipasi Potensi Karhutla
30.190 KOLEKSI dan 20 Benda Budaya Bersejarah Dipulangkan dari Belanda
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
KECELAKAAN BERUNTUN di Kawasan Lingkar Utara Dipicu Kabut Asap
MISTERI Seorang Nelayan Tewas Berdarah Tergeletak di Rumah Warga Terus Diselidiki Polisi
ZIARAH MAKAM Memperingati 164 Tahun Wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari
DUA TEMPAT TERBAKAR, Menara Fried Chicken dan Jegger

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:19

POLRI Mutasi 199 Personel, Termasuk Kakorlantas dan 3 Kapolda Serta 7 Wakapolda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:07

PEGADAIAN Championship 2026/2027: Barito Putera Tumbangkan Persiba 2-0

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:59

GUNUNG TITI Sasaran Kapolres HST “Long March” Peduli Lingkungan hingga Antisipasi Potensi Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:41

REALIZA ANTI CHAMAS dari Brasil Diujicobakan untuk Padamkan Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:38

MISTERI Seorang Nelayan Tewas Berdarah Tergeletak di Rumah Warga Terus Diselidiki Polisi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:17

DUA TEMPAT TERBAKAR, Menara Fried Chicken dan Jegger

Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:24

TERULANG KARHUTLA Melanda kawasan Golf Ujung Sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:54

MOTOGP Indonesia 2026 – Marc Marquez Menang Sprint Race

Berita Terbaru

BKSDA dan YIARI Kalbar melakukan translokasi terhadap delapan orang utan Kalimantan yang kehilangan habitat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca