TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

- Penulis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Foto Ilustrasi orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

SuarIndonesia — Sebanyak 47 orang utan di pusat rehabilitasi Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka kini menjalani terapi nebulizer.

Terapi nebulizer adalah metode pengobatan yang mengubah cairan obat menjadi uap atau aerosol agar dapat dihirup dan mencapai saluran pernapasan. Langkah ini menjadi bagian dari penanganan kesehatan satwa di tengah kondisi udara yang masih tercemar asap.

“Di kandang, tempat kami yang sudah terkena ISPA ada 47 orang utan. Beberapa di antaranya sudah diberikan nebulizer, sehingga kondisi asap tidak terlalu berpengaruh. Kami berharap kondisi ini tidak berlangsung lama,” kata Ketua Pengurus Yayasan BOS Jamartin Sihite, Jumat (9/10/2026).

Menurut Jamartin, kawasan konservasi tempat orang utan berada relatif aman dari ancaman api. Namun, asap karhutla masih menjadi persoalan karena terbawa hingga ke area kandang dan berpotensi mengganggu kesehatan satwa.

“Kondisi sekarang menantang. Aman dari api, tetapi tidak aman dari asap,” ujar Jamartin Sihite dikutip SuarIndonesia dari detikKalimantan, Jumat (9/10/2026).

Untuk mengurangi dampak paparan asap, pengelola juga memasang sistem penyemprot air atau sprinkler di atas kandang. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap di sekitar area orang utan.

Jamartin memastikan, dari 47 orang utan yang mengalami ISPA, tidak ada yang berada dalam kondisi kritis atau sekarat. Seluruh satwa terdampak tetap mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatannya.

“Dari 47 itu, diberikan nebulizer dan tidak ada yang sekarat,” tegasnya.

Baca Juga :   RESMI Komjen Suyudi Jadi Kapolri Gantikan Jenderal Listyo Sigit

Dokter Hewan BOSF Agus Fahroni menjelaskan, gejala gangguan pernapasan pada orang utan akibat paparan asap serupa dengan yang dialami manusia. Gejalanya antara lain batuk dan tenggorokan terasa gatal.

“Gejalanya seperti batuk dan tenggorokan gatal. Hampir sama dengan manusia,” kata Agus.

Selain terapi nebulizer, penanganan juga dilakukan melalui pemberian obat herbal dan vitamin serta memastikan kebutuhan air minum orang utan tetap tercukupi.

Agus mengingatkan, paparan asap dalam waktu lama tetap berisiko menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius. Jika berlangsung terus-menerus, pencemaran udara dapat memicu gangguan pernapasan kronis hingga kerusakan paru-paru.

“Dampak jangka panjang bisa mengalami kasus pernapasan kronis dengan masa lama. Kondisi berat bisa saja menuju kematian jika tidak ditangani,” jelasnya.

Ia menambahkan, partikel pencemar yang terhirup secara terus-menerus dapat merusak paru-paru dan mengancam keselamatan orang utan. Karena itu, penanganan medis perlu dibarengi upaya mengurangi paparan asap agar kesehatan satwa tetap terjaga.

“Karena menghirup asap, pencemaran udara bisa menyebabkan kerusakan paru-paru dan jika itu terjadi bisa menyebabkan kematian,” tandasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DERBY BORNEO, Misi Bangkit Barito Putera v Persiba, Frans: ‘Haram’ Kalah di Kandang
DOKUMEN TANAH RSUD H. Boejasin Disita Penyidik, Pemkab Tala Didesak Segera Bersikap
STRATEGI BARU Tangani Karhutla di Kalsel, Begini Langkah Wamenko Pangan
TARGET 2026 Bedah 413 Rumah Tidak Layak Huni di Kalsel, Calon Penerima Cek Melalui DTSEN
KARHUTLA Tak Kunjung Reda, Pelaku Diminta Ditindak
KING COBRA di Bawah Jembatan Dikira Kayu
SOAL Alokasi Dana Desa yang ‘Imut’: 11 Kades Pupis-Katingan Curhat
DIUNGKAP Empat Kasus Pembakaran, Tiga Pelaku Diciduk

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:08

DERBY BORNEO, Misi Bangkit Barito Putera v Persiba, Frans: ‘Haram’ Kalah di Kandang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:24

KASUS KORUPSI KPP Madya Banjarmasin: KPK Panggil Direktur Sungai Danau Jaya dan Binuang Mitra Bersama Prima

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:31

WANTIMPRES Bentuk Rencana Enam Bidang Kerja

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:21

PRESIDEN Prabowo: “Saya Lihat Masa Depan Indonesia Cerah”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:36

FEBRIE ADRIANSYAH Didakwa Peras Saksi Jiwasraya Rp55 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16

BIAYA HAJI 2027 Ditetapkan Sebesar Rp98,4 Juta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:54

MK: Gugatan Ijazah Gibran tidak dapat Diterima

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Headline

TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Jumat, 9 Okt 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca