TERUS BERKURANG Luasan Lahan Kritis di Provinsi Kalsel

- Penulis

Kamis, 16 Maret 2023 - 20:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan revolusi hijau memberikan bukti nyata dalam perbaikan lingkungan. Foto Ist

Gerakan revolusi hijau memberikan bukti nyata dalam perbaikan lingkungan. Foto Ist

SuarIndonesia – Berdasarkan peta dan data lahan kritis nasional tahun 2022, luas lahan kritis di Kalsel seluas 458.478 hekatare (ha).

Lahan kritis di tahun 2013 silam seluas 640.00 ha. Kemudian mengalami penurunan di 2018 seluas 511.000 hektare.

Pada tahun 2022 berdasarkan rilis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan kritis di Kalsel menjadi 458 ribu hektar.

Salah satu program yang berimbas pada pengurangan lahan kirits itu adalah Revolusi hijau. Program ini dilaksanakan sejak 2017 silam.

“Gerakan revolusi hijau memberikan bukti nyata dalam perbaikan lingkungan,” kata Kadsihut Kalsel, Fatimatuzzahra, Kamis (16/3/2023), usai penanaman di Jalan Golf Banjarbaru.

Aya–sapan karibnya mengatakan, hingga tahun kemarin, telah dilakukan penanaman seluas 137.243 ha melalui kegiatan rehabilitasi DAS dan reklamasi oleh PPKH.

“Siang tadi, kami juga telah melakukan penanaman 25.300 bibit pohon di lahan seluas 23 ha,” tuturnya.

Kegiatan ini kata dia, sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan tutupan lahan di Banua.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, menyampaikan gerakan revolusi hijau semata-mata bertujuan untuk menjaga dan memelihara bumi dan banua.

Baca Juga :   SERTIJAB Kapolsekta Banjarmasin Barat, Begini Pesan Kapolresta

“Sekian kalinya kita melakukan penanaman dalam rangka Revolusi Hijau yang bertujuan untuk menjaga, melestarikan dan memelihara semampu yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi ini.

Kalau bukan kita, siapa lagi? Karena kita semua penghuni tetap bumi ini,” ujar Paman Birin.

Paman Birin juga mengatakan, segala efek tidak baik yang muncul akibat sakitnya bumi pastilah dirasakan oleh manusia itu sendiri.

Oleh karena itu ujarnya, masyarakat harus selalu bersemangat dalam menanam dan melakukan penghijauan dan minimalisir lahan kritis untuk bumi di masa yang akan datang.

“Kita terus semangat menanam untuk banua kita tercinta Kalsel, dan terus berupaya meminimalisir lahan kritis yang ada di Kalsel.

Kita bersama terus melakukan, menanam menanam dan menanam untuk anak cucu kita,” ujarnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar
KORBAN TENGGELAM Mengenakan Pakaian Ayahnya, Terseret Radius 10 Kilometer dari Lokasi Awal Kampung Sasirangan
JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan
HARI JADI ke-27 Banjarbaru, Ketua DPRD Kalsel Ajak Perkuat Sinergi
KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan
GADIS di Martapura Ditemukan Tewas, dalam Mulutnya Ada Sikat Cuci Baju
PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi
KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:24

DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar

Senin, 20 April 2026 - 16:16

KORBAN TENGGELAM Mengenakan Pakaian Ayahnya, Terseret Radius 10 Kilometer dari Lokasi Awal Kampung Sasirangan

Senin, 20 April 2026 - 15:56

JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan

Senin, 20 April 2026 - 13:40

HARI JADI ke-27 Banjarbaru, Ketua DPRD Kalsel Ajak Perkuat Sinergi

Senin, 20 April 2026 - 13:28

KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 15:57

PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 15:18

KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban

Minggu, 19 April 2026 - 00:21

TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Muhammad Zaini (19), Senin (20/4/2026) siang yang tenggelam di Sungai Martapura. (SuarIndonesia/Ist)

Headline

JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan

Senin, 20 Apr 2026 - 15:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca