TERSANGKA Korupsi Gedung Expo Sampit Dilimpahkan ke Kejati Kalteng

- Penulis

Rabu, 22 Januari 2025 - 21:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

M Rihki Zulkarnaen tersangka kasus korupsi Pembangunan Gedung Expo Sampit dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kalteng oleh penyidik Direktorat Reserse kriminal Khusus Polda Kalteng, Rabu (22/1/2025). (ANTARA/Adi Wibowo)

M Rihki Zulkarnaen tersangka kasus korupsi Pembangunan Gedung Expo Sampit dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kalteng oleh penyidik Direktorat Reserse kriminal Khusus Polda Kalteng, Rabu (22/1/2025). (ANTARA/Adi Wibowo)

SuarIndonesia — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) melimpahkan satu tersangka kasus korupsi pembangunan Gedung Expo Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng beserta barang buktinya.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji di Palangka Raya, Rabu, mengatakan tersangka kasus korupsi Pembangunan Gedung Expo Sampit tersebut bernama M Rikhi Zulkarnaen yang berperan sebagai konsultan perencanaan dalam proyek yang merugikan keuangan negara senilai Rp3,5 miliar itu.

“Hari ini tim penyidik Subdit Tipikor Ditkrimsus Polda Kalteng melimpahkan berkas dan penanganan ke Kejati Kalteng terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Expo Sampit, satu tersangka M Rihki Zulkarnaen,” kata Erlan.

Dia menuturkan, bahwa berdasarkan perhitungan, kerugian negara dalam kasus tersebut senilai Rp3,5 miliar dari empat tersangka yang salah satunya masuk daftar pencarian orang (DPO).

Sedangkan, khusus untuk tersangka yang dilimpahkan pada hari ini merugikan negara senilai Rp244 juta lebih pada APBD 2018 dan Rp14 juta lebih di tahun APBD 2017.

“Jadi total kerugian seluruhnya dari kasus itu Rp3,5 miliar dari empat tersangka,” bebernya.

Perwira berpangkat melati tiga itu menambahkan, tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 Jo pasal 55 Ayat (1) Jo Pasal 65 ayat 1 Kuhpidana, dengan ancaman penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara dan atau denda paling banyak satu miliar rupiah.

Baca Juga :   SAPRAS Internet Daerah Wujudkan Pemerataan Akses

“Kami kenakan pasal tersebut sesuai bukti dan lainnya,” tegasnya.

Erlan juga menekankan, bahwa setiap menangani kasus korupsi, tim penyidik mengedepankan aturan hukum, profesionalitas dan kredibilitas, sebagai tupoksi dalam penegakan hukum.

“Kami sesuai aturan hukum yang berlaku. Untuk satu DPO lagi, kami masih terus lakukan pencarian dan semoga bisa ditemukan secepatnya. Namun menghimbau untuk menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Kalteng Dodik membenarkan adanya pelimpahan perkara tersebut.

“Sudah dilimpahkan dan proses lanjut,” tutur Dodik dilansir dari AntaraNews.

Untuk diketahui, kasus tersebut menyeret empat tersangka yakni Zulhaidir selaku mantan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kotim, Fazriannor (konsultan pengawas), Leonardus Minggo Nio (penyedia jasa/kontraktor, masih DPO) dan M Rikhi Zulkarnaen (konsultan perencana).

Empat tersangka tersebut diduga melaksanakan pekerjaan tidak sesuai ketentuan dalam kontrak. Di antaranya, pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, sehingga mengakibatkan kekurangan volume dan gagal fungsi bangunan, sehingga tujuan pembangunan gedung tidak tercapai sesuai fungsi dan belum dapat digunakan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan
RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar
SATU KRU Helikopter “Water Bombing” Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal, Dua Luka-luka
RESIDIVIS Bobol Minimarket di Benua Anyar, Gasak Uang ,5 Juta
TIM PENYELAM Evakuasi Satu Jenazah Kru Helikopter Mi-17, Langsung Diterbangkan ke Jakarta
BANDAR SABU Berusaha Tikam Polisi Berakhir Ditembak
KOMPLOTAN BERSENPI Menjarah Sawit Milik PT PSA Rampa Estate Diringkus Polres Kotabaru
KASUS PENYADAPAN ILEGAL: Kapolri Bentuk Tim Khusus

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 01:07

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham

Minggu, 8 November 2026 - 22:53

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1

Minggu, 8 November 2026 - 22:38

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 November 2026 - 22:25

RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Minggu, 8 November 2026 - 19:56

BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan

Minggu, 8 November 2026 - 19:47

KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian

Minggu, 8 November 2026 - 19:20

GAZA: BANJIR RENDAM 70.000 Tenda, Pengungsi tak Bisa Berlindung

Minggu, 8 November 2026 - 16:07

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Berita Terbaru

Orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Kalteng

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 Nov 2026 - 22:38