SERANGAN BUAYA Lampuyang Akibatkan Dua Warga Terluka Parah

- Penulis

Selasa, 14 Januari 2025 - 22:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Lampuyang Muksin bersama aparat kepolisian mengunjungi warga yang menjadi korban serangan buaya, Selasa (14/1/2025). (ANTARA/HO-Muksin)

Kepala Desa Lampuyang Muksin bersama aparat kepolisian mengunjungi warga yang menjadi korban serangan buaya, Selasa (14/1/2025). (ANTARA/HO-Muksin)

SuarIndonesia — Dua orang warga Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami luka cukup parah di bagian kaki akibat serangan ganas buaya.

“Iya benar, kejadiannya pada Senin (13/1) sekitar pukul 17:00 WIB. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Samuda, tetapi sekarang sudah pulang dan berada di rumah,” kata Kepala Desa Lampuyang Muksin saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (14/1/2025).

Setelah mendapat kabar ada warga yang diserang buaya, Muksin bersama aparat kepolisian setempat menyambangi rumah yang bersangkutan menelusuri kronologi kejadian sembari menjenguk korban.

Berdasarkan informasi yang ia terima, kedua korban merupakan saudara sepupu. Korban pertama bernama Sari berusia sekitar 28 tahun dan Kipli berusia 26 tahun.

Peristiwa nahas itu dialami ketika Sari dan Burhan (suami Sari) dan Kipli setelah bekerja di ladang. Saat itu, Sari bermaksud membersihkan pakaiannya di Sungai Pasir yang merupakan sungai galian di sekitar lahan pertanian.

Namun, baru saja sampai di tepi sungai tiba-tiba betis kanan Sari langsung diterkam buaya dan diseret ke dalam sungai. Burhan yang melihat kejadian itu mengira Sari terjatuh ke sungai dan tidak bisa berenang, langsung terjun ke sungai untuk membantu sembari meminta tolong Kipli.

“Dia sempat mencolok mata buaya itu makanya kakinya dilepas, tetapi justru buaya itu berbalik menyerang Kipli,” ceritanya.

Setelah sempat terjadi tarik menarik, mereka pun berhasil melepaskan diri dari buaya dan segera naik ke daratan. Dibantu warga setempat, kedua korban dibawa ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapat penanganan medis.

Sari mengalami sejumlah luka di pergelangan kaki dan bagian lutut sebelah kanan. Sedangkan, Kipli mengalami luka di dekat pangkal paha sebelah kiri yang cukup parah hingga harus menjalani 16 jahitan. Kini kedua korban telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Muksin mengaku prihatin dengan musibah yang menimpa warganya dan berharap pasca kejadian ini, warga bisa lebih waspada ketika beraktivitas di sungai dan sekitarnya, khususnya bagi orang tua agar mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sungai.

Baca Juga :   KABUT ASAP MEMBURUK, Siswa PAUD-SD Palangka Raya Diimbau Belajar di Rumah

Ia juga menyebut kemunculan buaya di Desa Lampuyang sudah sering dilaporkan warga dan kejadian serangan buaya terhadap manusia pun bukan pertama kali ini terjadi.

Kendati demikian, masih banyak warga yang melakukan aktivitas di sungai. Contohnya di Sungai Pasir yang sebenarnya cukup jauh dari pemukiman, namun sering kali sungai itu digunakan warga untuk mencuci setelah bekerja di ladang atau lahan pertanian.

“Sebenarnya kami sudah sering mensosialisasikan ke warga dan kami juga memasang papan imbauan untuk waspada terhadap kemunculan buaya. Tetapi, yang namanya kita hidup dekat sungai memang sulit untuk menghentikan kebiasaan untuk beraktivitas di sungai,” tuturnya dilansir dari AntaraNews.

Muksin menambahkan setelah kejadian ini pemerintah desa setempat akan menambah papan imbauan waspada buaya di wilayah Desa Lampuyang, terutama lokasi yang terjadi serangan buaya.

Kejadian ini juga telah dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat dan informasi sementara tim dari BKSDA Resort Sampit akan mengunjungi korban terkait kronologi kejadian.

Di sisi lain, Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengaku telah menerima informasi terkait kejadian serangan buaya di Desa Lampuyang melalui video yang direkam warga ketika kedua korban dibawa ke rumah sakit.

Namun, ia belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut dan menyampaikan akan segera ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi lengkap dari para korban dan warga setempat.

“Kami belum mendapatkan kronologi yang jelas, tapi kami akan segera ke lokasi untuk memastikan,” kata Muriansyah. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SUARA LEDAKAN dan Membara di Alfamart Km  13 Gambut, Seorang Terduga Pelaku Diamankan
PENEGAKAN HUKUM 130 Laporan Karhutla Kalteng
POLISI Telusuri Penyebab Kecelakaan Maut dengan Korban Siswi SMA di Banjarmasin
CECERAN SOLAR di Jalan Antasari Depan RS Sari Mulia Banjarmasin, Sejumlah Pengendara Terjatuh
SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri
SEORANG SISWI SMA di Banjarmasin Meninggal Kecelakaan di Depan Tugu KB
UPDATE 16 Jenazah Kembali Teridentifikasi, Total Korban Meninggal 71 dan 64 Lainnya Proses Pencarian
DUA Helikopter Dikerahkan Cari 68 Korban KM Virgo di Laut Jawa

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:09

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 September 2026 - 21:51

KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus

Selasa, 29 September 2026 - 21:45

BARESKRIM Dalami Unsur Pidana Karhutla dari Sanksi Administratif

Selasa, 29 September 2026 - 21:30

2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat

Selasa, 29 September 2026 - 21:26

KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif

Selasa, 29 September 2026 - 21:10

RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 14:52

SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri

Senin, 28 September 2026 - 21:06

KASUS NIKEL: Kejagung Tahan Tersangka Kelima

Berita Terbaru

Ketua Umum Perempuan Aman Devi Anggraini (kiri), Dewan Pakar Perempuan Aman Arimbi Heroepoetri (kedua kiri), Dewan Nasional Perempuan Aman dari Kalimantan Isnah Ayunda (ketiga kiri), dan Pengurus Harian Komunitas Perempuan Aman Sawesuma Novilla Maria Aru (kedua kanan) dalam media gathering Temunas IV Perempuan Aman, di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:09

Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kapolda Kalteng. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Kalteng

PENEGAKAN HUKUM 130 Laporan Karhutla Kalteng

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca