TERKAIT Dugaan Ekspor Zirkon, Pejabat Bea Cukai Banjarmasin Diperiksa Kejati Kalteng

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 01:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Intelijen Kejati Kalteng, Hendri Hanafi (kiri). (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Asisten Intelijen Kejati Kalteng, Hendri Hanafi (kiri). (Foto: Dokumentasi Pribadi)

SuarIndonesia — Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah kembali melakukan pendalaman terhadap kasus korupsi zirkon dengan kerugian negara sebesar Rp1,3 triliun, dengan memeriksa seorang pejabat Bea Cukai Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Beberapa waktu lalu sudah dilakukan pemeriksaan terhadap Pejabat Bea Cukai Kalsel. Pemeriksaan ini dilakukan karena yang bersangkutan memiliki kewenangan dalam proses ekspor,” kata Asisten Intelijen Kejati Kalteng (Kalteng), Hendri Hanafi, Sabtu (10/1/2026).

Dia mengungkapkan, pemeriksaan terhadap pejabat Bea Cukai Banjarmasin diduga memiliki keterkaitan dengan proses ekspor komoditas tersebut.

Namun demikian, Kejati Kalteng enggan mengungkapkan identitas lengkap pejabat yang diperiksa.

Menurut Hendri, penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Selain pejabat Bea Cukai, Kejati Kalteng juga memeriksa sejumlah saksi lain dalam rangkaian penyidikan.

Pemeriksaan dilakukan terhadap pihak dari PT Investasi Mandiri Human Resources, Dinas Pertambangan, serta Dinas Perdagangan Provinsi Kalteng.

“Pemeriksaan saksi terus kami lakukan untuk melengkapi pembuktian, termasuk dari unsur perusahaan dan instansi terkait,” ujar Hanafi, Sabtu (10/1/2026) melansir AntaraNews.

Dalam penanganan kasus ini, penyidik sebelumnya juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi strategis.

Baca Juga :   CEGAH KARHUTLA, Warga Diminta Doa Bersama Minta Hujan

Beberapa di antaranya kantor PT Investasi Mandiri, CV Dayak Lestari, Dinas ESDM Kalteng, hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalteng.

Kejati Kalteng sebelumnya telah menetapkan dan menahan sejumlah tersangka, di antaranya Kepala Dinas ESDM Kalteng berinisial VC, Direktur Utama PT IM HR berinisial IH, seorang ASN Dinas ESDM, serta seorang perempuan berinisial ETS yang merupakan karyawan PT Investasi Mandiri dan CV Dayak Lestari. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham
PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1
NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan
RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar
SATU KRU Helikopter “Water Bombing” Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal, Dua Luka-luka
KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian
HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel
BNPB : Tim Terkait Masih Bersiaga di Lapangan Himpun Kronologi serta Penyebab Jatuhnya Helikopter “Water Bombing”

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 01:07

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham

Minggu, 8 November 2026 - 22:53

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1

Minggu, 8 November 2026 - 22:38

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 November 2026 - 22:25

RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Minggu, 8 November 2026 - 19:56

BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan

Minggu, 8 November 2026 - 19:47

KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian

Minggu, 8 November 2026 - 19:20

GAZA: BANJIR RENDAM 70.000 Tenda, Pengungsi tak Bisa Berlindung

Minggu, 8 November 2026 - 16:07

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Berita Terbaru

Orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Kalteng

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 Nov 2026 - 22:38