SuarIndonesia – Dimajukannya kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Kalimantan Selatan (Kalsel) secara umum tidak menggangu rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2020.
Menyangkut perubahan jadwal yang lebih awal Jokowi datang pun, ini tak masalah dengan rangkaian kegiatan lainnya serta telah terkoordinasikan.
Karena tim bersama pihak terkait, Sabtu (1/2/2020) di rungan PWI Cabang Kalsel, dipimpin Sekdaprov, HA Haris Makkie, telah singkronkan semua jadwal lainnya dalam rangkaian HPN 2020 di banua ini.
Bahkan, pengurus PWI Cabang Kalsel untuk kesuksesan dan kelacaran pada puncak peringatan HPN ini, Sabtu malamnya, shalat hajat serta doa bersama di Gedung PWI Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Banua Anyar Banjarmasin Timur.
“Iya, soal kegiatan semua sudah tuntas dikoordinasikan bersama-sama dipimpin Pak Sekdaprov.
Kita melaksanakan shalat hajat dan doa bersama ini untuk suksesnya HPN nanti,” kata Ketua PWI Cabang Kalsel, Zainal Helmi.
Dikatakannya, soal jadwal, memang ada beberapa kegiatan yang akan diundur waktunya “Tetapi secara umum semuanya sudah siap 100 persen,” tambahnya.
Presiden Jokowi akan datang pada tanggal 8 Februari, sehingga ada beberapa kegiatan yang harus menyesuaikan.
Sebelumnya Jokowi direncanakan hadir di puncak HPN pada 9 Februari 2020.
Karena ada jadwal kenegaraan ke Australia, maka Presiden Jokowi diagendakan bisa datang ke sehari sebelum puncak HPN.
“Kita semua berharap kegiatan HPN berjalan lancar dan sesuai jadwal yang sudah disusun serta sukses itulah harapannya,” ujarnya lagi.

Sebelumnya pula juga telah disampaikan Ketua Umum PWI Pusat/Penanggung Jawab HPN 2020, Atal S Depari dalam rapat pleno Panitia Pelaksana Pusat (panpelpus) HPN 2020 di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Gedung Dewan Pers Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat petang (31/1/2020) lalu
“Presiden Jokowi bersama rombongan akan berada di Banjarmasin pada 8 Februari 2020.
Kita mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Presiden.
Kami dapat memahami kehadiran beliau yang lebih cepat sehari dari Hari Pers Nasional 9 Februari karena beliau juga harus kunjungan kenegaraan ke Australia,” kata Atal S Depari
Presiden diagendakan sarapan/makan bersama ibu hamil dan anak-anak usia enam bulan hingga 12 tahun sekaligus meluncurkan program Sarapan Pagi Anak Desa (Sapa Desa).
Program ini sebagai bagian dari kampanye mencegah dan mengatasi masalah stunting.
Hal itu terkait dengan program prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua ini yang menempatkan upaya mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mencapai Indonesia Emas di urutan teratas. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















