SuarIndonesia – Dalam sepekan Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel menemukan hasil tebang liar kayu ulin di lima titik.
Kasi Pengamanan Hutan Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dishut Kalsel, Haria Setiawan, membenarkan hal tersebut.
Menurut Haris, pengamanan kawasan hutan yang cukup luas dilakukan pihaknya bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) pada masing-masing wilayah.
Oleh karena itu, ujar Haris, patroli di lapangan bisa dilaksanakan KPH atau polisi kehutanan di Dishut Kalsel.
Dikatakan Haris, pada sepekan ini setidaknya 4 KPH melakukan pengamanah kayu jenis ulin. Pada minggu lalu 6 Desember KPH Kusan mengamankan campuram kayu bulat dengan berat 7,12 kubik dan kayu olahan 3,15 kubik.
Kemudian, KPH Hulusungai kemarin malam menganatarkan barang bukti hasil pengungkapan perambahan hutan ke kantr PKSDAE.
“Hasil pengamanan KPH Hulusungai masih kami hitung jumlahnya,” kata Haris, Kamis (16/12/2021).
Berikutnya tiga hari yang lalu KPH Tala juga menyerahkan kayu hasil patroli di kawasan hutann.
Jumlahnya juga belum dihitung. Berbeda lagi dengan KPH Sengayam baru melaporkan hasil temuan patroli kawasan hutan.
Hasil temuan KPH Sengayam masih diukur berapa total kubikasi kayu jenis rimba campuran tersebut.
“Seminggu lima lokasi, semuanya hasil temuan yang diawali patroli rutin petugas lapangan. Yang ditemukan rata-rata tidak bertuan dan dalam kondisi siap diangkut,” katanya.
menyatan dari beberapa KPH milik Dishut Kalsel saat ini hanya 4 kawasan yang masih banyak tanaman ulin.
Yaitu KPH Cantung, Sengayah, Kusan, dan Hulusungai. “Pada kawasan lainnya tanaman ulin sudah mulai menipis. Oleh karena itu, perlu kita lakukan pengamanan,” tegasnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















