TALIBAN Tutup Paksa Salon Kecantikan, Beri Waktu Sebulan

- Penulis

Kamis, 6 Juli 2023 - 00:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taliban larang salon kencantikan beroperasi di Afganistan. (Capture: AP)

Taliban larang salon kencantikan beroperasi di Afganistan. (Capture: AP)

SuarIndonesia — Otoritas Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan memerintahkan salon-salon kecantikan di negara itu untuk menghentikan operasionalnya atau tutup. Taliban memberikan waktu sebulan kepada salon-salon kecantikan itu untuk menutup bisnis mereka sendiri.

Seperti dilansir AFP, Rabu (5/7/2023), perintah terbaru Taliban itu semakin mendorong wanita Afghanistan keluar dari kehidupan publik. Perintah itu akan memaksa penutupan ribuan bisnis salon kecantikan yang dikelola oleh wanita-wanita Afghanistan, yang seringkali menjadi satu-satunya sumber pendapatan mereka.

Langkah itu menghapus salah satu dari sedikit peluang tersisa yang dimiliki wanita-wanita Afghanistan untuk bersosialisasi di luar rumah.

“Wanita biasa mengobrol, bergosip. Tidak ada pertempuran di sini, tidak ada keributan,” tutur seorang pegawai salon yang meminta dipanggil Neelab.

“Ketika kami melihat beberapa wajah bahagia dan aktif di sini, kami juga merasa senang. Salon memiliki peran yang sangat penting, tempat ini membuat kami merasa nyaman,” ucapnya.

Reaksi keras diberikan oleh wanita-wanita pemilik bisnis salon kecantikan di Afghanistan, yang meluapkan kekecewaannya atas larangan terbaru Taliban ini.

“Saya pikir akan lebih baik jika perempuan sama sekali tidak ada dalam masyarakat ini,” ujar seorang manajer salon kecantikan di Kabul, yang meminta untuk tidak disebut namanya.

“Saya mengatakan ini sekarang: Saya berharap saya tidak ada. Saya berharap kami tidak dilahirkan di Afghanistan, atau bukan dari Afghanistan,” ucapnya, seperti dikutip detikNews, Rabu (5/7/2023).

Seorang manajer salon kecantikan lainnya menuturkan dirinya mempekerjakan 25 wanita yang semuanya mencari nafkah untuk keluarga mereka. “Semuanya sedih… apa yang harus mereka lakukan?” tanyanya.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Sejak mengambil alih kekuasaan pada Agustus 2021, Taliban melarang anak perempuan dan wanita Afghanistan ntuk menempuh pendidikan di sekolah menengah dan universitas, melarang mereka mendatangi taman publik, pasar malam dan pusat kebugaran, serta memerintahkan mereka menutup aurat di tempat umum.

Wanita juga dilarang bekerja untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau LSM lainnya, dan ribuan wanita dipecat dari pekerjaan mereka di lembaga pemerintahan.

Larangan untuk salon kecantikan itu diumumkan juru bicara Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, Mohammad Sadeq Akif Muhajir, pada Selasa (4/7) waktu setempat. Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut alasan larangan itu diberlakukan.

“Begitu mereka tutup, maka kami akan memberitahukan alasannya kepada media,” ucap Muhajir kepada AFP.

Dia menyebut bahwa salon-salon kecantikan telah diberi waktu untuk menutup bisnis mereka agar bisa menggunakan stok yang dimiliki tanpa memicu kerugian.

Salinan perintah yang dilihat AFP menyatakan bahwa larangan itu ‘didasarkan pada instruksi lisan dari pemimpin tertinggi’, yakni Hibatullah Akhundzada. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca