TAL BEERI: Pasukan UNIFIL PBB Lebanon Takut Hizbullah!

- Penulis

Selasa, 15 Oktober 2024 - 23:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan penjaga perdamaian PBB UNIFIL di Lebanon. (AFP Photo)

Pasukan penjaga perdamaian PBB UNIFIL di Lebanon. (AFP Photo)

SuarIndonesia — Seorang pakar dari Alma Research Center mengatakan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) takut terhadap kelompok milisi Hizbullah.

Tal Beeri, Direktur Alma Research Center selaku organisasi nirlaba yang memantau perkembangan keamanan di perbatasan utara Israel, mengatakan UNIFIL ketakutan dengan Hizbullah sehingga tak akan melakukan apa pun apabila Hizbullah menempatkan peluncur roket di sekitar markas mereka.

“Ketika Hizbullah menempatkan sebuah peluncur roket di samping salah satu markas UNIFIL, 99,9 persen UNIFIL tidak akan berbuat apa-apa. Mereka takut,” kata Beeri, seperti dikutip CNNIndonesia dari The Times of Israel.

Beeri mengoceh bahwa UNIFIL bersikap demikian karena tak ingin dan tak mampu melawan Hizbullah. Oleh sebab itu, kata dia, apa pun yang dilakukan dan dikatakan Hizbullah akan dipatuhi oleh pasukan penjaga perdamaian tersebut.

“Jika Hizbullah memerintahkan pasukan UNIFIL tidak memasuki wilayah tertentu, pasukan itu akan menurutinya. Jika mereka membantah, mereka bisa terluka atau diculik,” ujar Beeri.

“Itu sudah pernah terjadi di masa lalu, sebelum perang saat ini,” lanjut dia.

Beeri merupakan mantan anggota unit intelijen Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Ia telah mengabdi di sana selama puluhan tahun.

Seiring dengan celotehan Beeri, Alma Research Center juga merilis peta yang menunjukkan lima markas UNIFIL, yang disebut-sebut telah digunakan Hizbullah sebagai pelindung atas peluncuran roket mereka ke Israel.

Lembaga itu mengeklaim sebanyak 22 roket telah ditembakkan Hizbullah dari sekitar markas UNIFIL ke Israel sejak perang meletus.

Pasukan militer Israel meluncurkan invasi darat ke Lebanon selatan sejak 1 Oktober lalu. Markas-markas maupun personel UNIFIL sejak itu menjadi target serangan Israel karena dituding dekat dengan kawasan operasi Hizbullah.

Beberapa serangan Israel pun telah melukai belasan personel UNIFIL, termasuk TNI dan tentara Sri Lanka.

Sejalan dengan itu, Israel juga telah mendesak UNIFIL mundur dari Blue Line sejauh lima kilometer.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (13/10) mengatakan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menarik UNIFIL.

Kendati telah diperintahkan demikian, UNIFIL menegaskan akan tetap berada di posisi mereka dan menjaga perbatasan Lebanon-Israel.

Hizbullah: Israel Ingin Kuasai Palestina dan Negara Arab

Sementara itu, Wakil Pemimpin Tertinggi Hizbullah Sheikh Naim Qassem menyebut Israel sebagai penjarah dan ancaman sebenarnya bagi Timur Tengah dan dunia Islam.

Wakil Pemimpin Tertinggi Hizbullah Sheikh Naim Qassem menyebut Israel sebagai penjarah dan ancaman sebenarnya bagi Timur Tengah dan dunia Islam. (AFP Photo)

Menurut Qassem, Israel tak hanya ingin menjajah Palestina tapi juga negara Arab lain di kawasan hingga mengontrol umat Muslim dunia.

“Israel ingin memperluas penjajahannya dan Palestina tidak cukup untuk Israel,” ucap Qassem dalam pernyataan publik ketiganya usai Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah tewas di tangan Israel, Selasa (15/10/2024).

“Israel ingin mengontrol seluruh eritorial negara Arab dan seluruh Muslim,” katanya lagi menambahkan.

Qassem memaparkan Israel ingin menakut-nakuti publik internasional, terutama Timur Tengah “melalui kejahatan brutalnya.”

Dikutip CNNIndonesia dari Al Jazeera, Israel juga menginginkan dukungan penuh dari sekutu dekatnya, Amerika Serikat.

Dalam kesempatan itu, Qassem mengatakan perangnya dengan Israel tidak bisa dipisahkan dari perjuangan untuk Palestina.

“Kami menganggap perlawanan kami sah. Mereka yang berjuang untuk tanah mereka adalah orang-orang Palestina. Kami akan mendukung mereka,” kata Qassem. “Jika kami tidak menghadapi Israel, mereka akan mencapai tujuannya untuk ekspansionisme.”

Ia juga menuduh Amerika Serikat membantu Israel dalam “kejahatan keji” di wilayah tersebut.

“Amerika, iblis terbesar, menginginkan Timur Tengah yang baru. Netanyahu menginginkan hal yang sama. Itu berarti AS dan Israel sengaja melakukan genosida ini.” (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer
RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina
TIGA PRAJURIT TNI Gugur, Israel Bantah Serang Pasukan PBB di Lebanon
PESAWAT AN-26 Rusia Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas
HARGA MIGAS di Eropa Naik hingga 70 Persen Imbas Konflik Timur Tengah
IRAN akan Terapkan Aturan Navigasi Baru di Selat Hormuz
PRAJURIT TNI di UNIFIL Gugur, Indonesia Desak Penyelidikan Penuh
RACE MotoGP AS 2026: Marco Bezzechhi Juaranya! Veda dan Mario Crash

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca