Suarindonesia – Dari pengakuan pelaku Risky Supiani alias Sincan (30), ia mengamuk lantaran seminggu yang lalu sempat bertengkar.
Hingga akhirnya diapun menjadi korban pemukulan dilakukan Ramani, yang serumah dengannya itu.
Tapi sempat dilakukan perdamaian dengan cara membuat surat perjanjian antara kedua belah pihak.
Pemicu pertengkaran antara korban dengan pelaku hanya soal sakit hati.
Karena tak terima bahwa istrinya bernama Lisna sering diajak ke Tempat Hiburan Malam (THM).
Selanjutnya Rahmani yang berada di loteng bersama keponakannya bernama M Saputra, turun namun disambut dengan tebasan samurai.
Merasa terluka Rahmani dan ponakannya langsung kabur dan sempat dikejar pelaku.
Beruntung keponakannya ini tak ikut menjadi korban keganasan pelaku.
Saat mengejar Rahmani, pelaku melihat korban Fina lari masuk ke dalam rumah orang tua Rahmani yang kemudian menjadi sasaran kejaran pelaku.
Saat itulah Fani diserang `membabi buta’ oleh pelaku hingga tewas tertelungkup dengan sejumlah luka.
Tak lama menerima laporan tersebut dari M Saputra, anggota Buru Sergab (Buser) dipimpin Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Selatan, Ipda Rifandi Putra, menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan pelaku langsung dibawa ke Mapolsekta bersama barang bukti yang diamankan terlebih dulu oleh warga sekitar. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















