TAK ADA LAGI, 2024 Zona Merah Stunting di Kalsel

- Penulis

Senin, 21 Maret 2022 - 23:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Berdasar data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, lima wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) termasuk dalam 76 kabupaten/kota berkategori zona merah di antara 246 kabupaten/kota di 12 provinsi prioritas di tanah air yang memiliki prevalensi stunting tinggi.

Bahkan, Kalsel dinilai memiliki peran besar dalam penurunan angka stunting di tanah air.

Dalam kegiatan sosialisasi rencana aksi nasional percepatan penurunan angka Stunting Indonesia yang berlangsung di Ballroom Neptunus, Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Senin (21/03/2022) pagi, terungkap jika prevalensi stunting di Kalsel, terutama di daerah berstatus merah turun drastis maka kontribusinya untuk penurunan angka stunting di tanah air.

Karena itulah, Badan Kependudukan dan Keluarga Besar Nasional (BKKBN) melakukan sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) di Kalsel.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, mengatakan, untuk menyesuaikan dengan target nasional capaian angka stunting 14 persen di tahun 2024, maka laju penurunan stunting per tahun haruslah di kisaran 3,4 persen.

Menurut, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan itu, hal tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo.

“Dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia, maka kita harus menunjukan keseriusan dalam penanganan stunting di pusat maupun di daerah,” ungkapnya.

 

TAK ADA LAGI, 2024 Zona Merah Stunting di Kalsel (2)

 

Menurut Roy, jika melihat kondisi yang terjadi saat ini, pihaknya juga dimintakan komitmennya agar prevalensi stunting di tahun 2021 yang mencapai angka rata-rata 30 persen bisa menurun menjadi 25,71 persen di akhir 2022.

“Tidak itu saja, Kalsel juga ditarget memiliki angka prevalensi stunting 21,51 persen di 2023 dan diharapkan di 2024 menyentuh angka 17,27 persen,” tuturnya.

Dengan demikian, ia mengklaim target di 2024 tidak ada lagi wilayah yang berstatus merah di Kalsel.

Baca Juga :   MASUK GERBONG ROTASI Empat Kajari di Wilayah Kalsel

Sehingga Kalsel harus menjadi provinsi percontohan di Kalimantan dalam hal percepatan penurunan angka stunting.

“Untuk memastikan komitmen bersama dalam percepatan penurunan angka stunting, kita bersama BKKBN menggelar sosialisasi RAN PASTI di Banjarmasin hari ini,” bebernya.

Bahkan, ia meminta agar pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting di seluruh wilayah Kalsel ini harus segera dituntaskan pada bulan ini.

“Agar dana yang telah dialokasikan bisa terserap maksimal dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Kalsel sendiri merupakan salah satu dari 12 provinsi prioritas yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di tanah air di tahun 2022 ini.

Status merah disematkan untuk wilayah yang memiliki prevalensi stunting di atas kisaran 30 persen.

Untuk beberapa daerah di Kalsel seperti Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala, dan Balangan memiliki prevalensi di atas angka 32 persen. Padahal batas ambang atas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO adalah 20 persen.

Kabupaten Banjar yang mempunyai angka prevalensi 40,2 persen jika dianalogikan dengan skor prevalensi 40,2 persen, itu berarti ada 40 balita dikategorikan stunting diantara 100 balita yang ada di Kabupaten Banjar.

Selain Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala dan Balangan yang mempunyai prevalensi di atas 30 persen, Tanah Laut juga termasuk daerah yang berstatus merah

Kemudian enam daerah yang berstatus kuning dengan prevalensi 20 hingga 30 persen, diurut dari yang memiliki prevalensi tertinggi hingga terendah mencakup Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Kotabaru, Hulu Sungai Utara dan Kota Banjarmasin. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA JENAZAH LAGI Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dan Diterbangkan Menggunakan Helikopter ke Banjarmasin
SATU Lagi korban meninggal KM Virgo Transport 8 Ditemukan
DUKA CITA Penyerahan Jenazah Korban KM Virgo pada Pihak Keluarga, Jasa Raharja Pastikan Pemenuhan Hak Santunan
KEBAKARAN di Cempaka XI Banjarmasin Tengah Diduga Usur Kesengajaan, Seorang Diamankan Polisi
TERIDENTIFIKASI Tiga Jenazah Korban KM Virgo, Adalah Pasutri dan Sang Paman
RADIKALISME di Medsos Incar Anak Muda, FKPT Kalsel Perkuat Pencegahan Dini
KM SAR KAMAJAYA Tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Membawa Tiga Jenazah KM Virgo
PENCARIAN Korban Kapal Virgo Transport 8 Maksimalkan Kamera Robot Bawah Air

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:03

MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen

Sabtu, 12 September 2026 - 19:10

DPRD KALSEL Apresiasi Terselenggaranya Road Safety Week.2026

Sabtu, 12 September 2026 - 18:58

RATUSAN PESERTA Berkompetisi “Road Safety Week” SDC Ditlantas Polda Kalsel

Rabu, 9 September 2026 - 22:31

ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan

Jumat, 4 September 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:24

JEPANG Kerahkan Kapal dan Helikopter Bantu Tangani Karhutla di Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi garis polisi. (Foto: Getty Images/Ole Schwander)

Hukum

BOCAH Tewas Tertembak Senapan Angin

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:50

Foto Ilustrasi, Pesawat di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, (Foto: Prokalteng)

Kalteng

14 JADWAL Penerbangan Terdampak Kabut Asap

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:39

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca