Sultan Banjar Bantu Korban Kebakaran di Desa Simpang Arja Batola

Sultan Banjar Bantu Korban Kebakaran di Desa Simpang Arja Batola
Timses Sultan Banjar Khalikin Noor didampingi rekannya menyerahkan bantuan kepada korban musibah kebakaran.(foto: Rachman/suarindonesia.com)

Suarindonesia – Sultan Banjar Haji Khairul Saleh memberikan bantuan kepada 6 kepala keluarga (KK) korban kebakaran di Desa Simpang Arja Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala (KK), Kamis (25-10-2018) di lokasi terjadinya kebakaran.

Pemberian bantuan tersebut, menurut Timses Sultan Banjar Khalikin Noor sekaligus yang mewakili Sultan Banjar menyerahkan bantuan itu, merupakan wujud kepedulian terhadap sesama umat manusia yang sedang ditimpa musibah. “Kejadian itu menimbulkan rasa empati dan simpati dari sultan,” kata Khalikin didampingi Lazuardi, Ustadz Suriansyah dan Haji Nasir

Harapannya dengan bantuan yang sekadarnya dapat sedikit membantu meringankan beban musibah. “Dan setelah adanya musibah ini, dapat diberikan kesabaran dan kekuatan iman untuk menjalani kehidupan,” kata Ustadz Suriansyah yang turut menyertai penyerahan bantuan tersebut.

Patut diketahui, musibah kebakaran terjadi pada Ahad (21-10-2018) dinihari sekitar pukul 01.00 WITA. Api berawal dari rumah Ijun merambat dengan cepat tanpa diketahui warga RT 2 Simpang Arja tersebut ke samping rumah tetangganya.

Alhasil empat rumah tetangga berhasil dilumat si jago merah. Total 5 buah rumah yang dihuni 6 KK dan 21 jiwa jadi arang.

Warga yang lagi tertidur lelap langsung bangun dan dengan peralatan seadanya berusaha memadamkan api. Bantuan dari barisan pemadam kebakaran (BPK) yang berjumlah puluhan berdatangan, mulai dari Marabahan, Banjarmasin hingga Bati-Bati.

Setelah mengamuk kurang lebih dua jam atau sekitar pukul 03.00 WITA, api berhasil dijinakkan. Namun kerugian yang diderita relatif besar mencapai ratusan juta rupiah.

Yang menyedihkan, ungkap Ketua RT 2 Sudirhan, sekitar 1.000 blek padi yang disimpan di rumah-rumah korban kebakaran turut jadi arang. Padahal baru sekitar dua bulan lalu dipanen.

Kalau dikalikan Rp60 ribu per blek, maka kerugian dari terbakarnya padi sekitar Rp60 juta. Belum rumah dan semua perabotan yang dimakan api.

Sementara ini, musibah kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan instansi berwenang.

Sejumlah bantuan dikucurkan dari berbagai instansi dan perorangan, ada yang berbentuk sembako, peralatan, tenda, hingga uang tunai. Seperti BPBD Batola, Dinas Sosial, Disdikbud, Disdukcapil, Kecamatan Rantau Badauh, Ibu-ibu PKK, Relawan Bakumpai Traveller, hingga Anggota DPD-RI Antung Fatmawati.(RA)

 246 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: