Suarindonesia – Kepala Balai Pengolahan Air Minum (BPAM) Banjarbakula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Nazruddin Alhaidar mengatakan, selama pengeringan pihaknya mendistribuaikan air kurang lebih 160 liter perdetik ke PDAM Intan Banjar.
Menurut pria yang akrab disapa Anas ini, mesin yang dimiliki pihaknya mampu menghasilkan air baku sebanyak 200 liter per detik dan air curah 200 liter perdetik.
“Yang disuplai ke PDAM Intan Banjar kurang lebih 160 liter perdetik air curah dan 200 liter perdetik air baku. 40 liter perdetik sisanya kami suplay ke PDAM Tanah Laut,” ujar Anas.
Anas menyebut, PDAM Intan Banjar dibebankan biaya ganti jasa Rp188 rupiah perliter untuk air baku dan Rp1. 970 untuk air curah. Dikatakan Anas, pihaknya tidak mengetahui apakah setelah irigasi terisi air tetap menyuplai air ke PDAM Intan Banjar, namu selama ada permintaan akan dipenuhi.
“Kami dari pemprov tidak mencari untuk dari biaya jasa yang dikeluarkan oleh PDAM, biaya itu hanya untuk mengganti operasional.
Bayangkan untuk membayar listrik di intake Bendungan Karang Intan saja perbulan Rp150 juta, sedangkan biaya yang dibayarkan PDAM Intan Banjar untuk air curah cuma Rp45 sampai Rp50 juta perbulan, tidak masalah karena kami bukan cari untung. Jadi bagi PDAM yang masih memerlukan akan kami layani,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubag Humas dan Hukum PDAM Intan Banjar Muhammad Untung Kartaniansyah, Jumat (1/3) menjelaskan, meski air di Irigasi Riam Kanan Kabupaten Banjar sudah mengalir pihaknya tidak akan langsung memanfaatkan air baku di Irigasi.
“Soalnya kalau kita langsung ambil air masih keruh. Karena itu kebijakan kami masih full untuk memohon ke SPAM Banjarbarbakula untuk air baku dan air curahnya,” kata Muhammad Untung Kartaniansyah.
Disebutkan pria yang akrab disapa H Untung tersebut bahwa pihak PDAM Intan Banjar akan lebih dulu melihat situasi dan kondisi air dalam tiga hari kedepan.
” Ya kalau tiga hari kedepan jernih dan bisa dipakai. Kita masih memikirkan untuk mengurangi ke SPAM Banjarbarbakula, untuk ambil sendiri dan diolah sendiri. Tapi tetap akan ber sinergi dengan SPAM,” kata H Untung.
Namun ditegaskan dia, bahwa dengan proses pemindahan pengambilan air baku atau curah ke air di Irigasi tidak akan memengaruhi ke pelanggan.” Aman, pelanggan tetap akan terlayani dengan air yang baik. Distribusi air tetap dilancarkan, ” ujar H Untung.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















