SuarIndonsia – Secara mengejutkan, tiba-tiba Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK dengan lantang mengusir perwakilan PT PLN di Banjarmasin saat rapat persiapan pelantikan anggota DPRD Kalsel terpilih periode 2024-2029, Selasa (3/9/2024).
Dari informasi, yang dilakukan Ketua DPRD Kalsel ini pasalnya, perwakilan PT PLN baru datang pukul 14.40.

Sedangkan kegiatan rapat sesuai waktu undangan pukul 13.30.“Silakan anda keluar meninggalkan ruangan ini,” ucap Supian HK yang ditujukan ketika itu pada Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lambung Mangkurat Banjarmasin, Adriansyah Ekosaputro.
Dimana Supian HK menegaskan, rapat merupakan agenda penting lima tahunan, untuk memastikan proses pelantikan anggota DPRD Kalsel terpilih pada Senin (9/9/2024) mendatang bisa berjalan lancar tanpa hambatan.
“Kita tentu tidak ingin saat proses pelantikan terjadi pemadam listrik. Apa saja yang sudah dipersiapkan PT PLN. Ini yang ingin kami tanyakan,” tegas Supian HK.
Dirinya meminta kepada pihak PT. PLN memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk lebih dimaksimalkan.
“Terlambat sedikit saja masyarakat dalam membayar kewajiban akan dikenakan denda, terlebih dari kilometer yang saat ini pakai token, lambat mengisi listrik tak menyala,” ucapnya.
Sisi lain ditegaskan, ada pula sekitar satu setengah bulan lalu, dirinya melaporkan ada tiang listrik mau roboh di Desa Sarang Burung, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten HSU.
“Hingga sekarang tidak ada respon dari PT PLN. Mudah-mudahan ini bisa segera ditindaklanjuti karena sangat membahayakan bagi para pengguna jalan,” jelas Supian HK.
Namun dengan sikap PT PLN yang seolah-olah tak serius dalam mengawal proses pelantikan anggota DPRD Kalsel hingga membuat emosi Ketua DPRD Kalsel.
Usai rapat, kepada wartawan Supian HK menyoroti kinerja PT PLN Kalselteng yang dinilainya cukup mengecewakan. Ia meminta pelayanan kepada masyarakat untuk lebih dimaksimalkan. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















