Suarindonesia -Seorang berinisial MR (62), seharinya marbot (bertugas mengurus, menjaga, dan merawat kebersihan lingkungan masjid) di Desa Pemangkih, Kecamatan Labuhan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, dilaporkan tenggelam di sungai, Sabtu (16/5/2026) malam.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin pada pukul 20.55 WITA dari Kepala Desa Pemangkih, Budi.
Berdasarkan laporan tersebut, korban diduga hilang di sekitar area sungai dekat masjid desa setempat.
Kronologi kejadian bermula pada pukul 18.15 WITA saat pihak desa melakukan pengecekan ke masjid karena marbot masjid tidak menyalakan radio untuk persiapan adzan seperti biasanya.
Saat dilakukan pencarian, korban tidak ditemukan di lokasi. Namun, sandal dan sepeda motor milik korban ditemukan berada di tepi sungai.
Warga bersama aparat setempat sempat melakukan pencarian awal, namun hingga malam hari korban belum berhasil ditemukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan personel dari Pos SAR Tabalong berjumlah lima orang menuju lokasi kejadian pada pukul 21.15 WITA menggunakan Rescue Car Hilux.
Tim diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 23.15 WITA untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Rescuer Pos SAR Tabalong, Koramil Labuhan Amas Utara, Polsek Labuhan Amas, BPBD Hulu Sungai Tengah, Damkar HST, Rescue Relawan Muara Kata, serta masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, tim membawa sejumlah peralatan pendukung seperti rubber boat, perangkat komunikasi, peralatan water rescue, dan perlengkapan SAR lainnya.
SMC (SAR Mission Coordinator) I Putu Sudayana mengatakan bahwa tim SAR gabungan akan melaksanakan pencarian secara maksimal dengan memperhatikan faktor keselamatan personel di lapangan.
“Begitu menerima laporan, tim rescue langsung kami kerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Saat ini unsur SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi yang dicurigai sebagai titik awal korban diduga tenggelam,”
ujar I Putu Sudayana.
Ia menambahkan bahwa kondisi minim penerangan pada malam hari menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan operasi SAR.
Meski demikian, proses pencarian tetap dilakukan secara terkoordinasi bersama seluruh unsur yang terlibat.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam status dalam pencarian.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan pemantauan dan penyisiran di sekitar area sungai Desa Pemangkih. (*/DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















