Seminar Nasional Bahas Kerajaan Negara Dipa versi Kerajaan di Jatim

- Penulis

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 12:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat pada sabtu (27/10/2018) mengadakan Seminar Nasional tentang Menelusuri Asal-Usul Kerajaan Negara Dipa di Kaimantan Selatan dengan tema Eksistensi, Legitimasi Pkoolitik dalam Perspektif Sejarah versi Kerajaan-Kerajaan di Jawa Timur yang bertempat di Rektorat ULM.

Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM Drs. Rusdi Effendi, M. Pd mengatakan, tujuan digelarnya seminar tersebut adalah untuk menggali serta meminimalisir unsur-unsur yang selama ini dianggap oleh sebagian masyarakat sebuah mitos.

“Seperti cerita rakyat, contohnya Hikayat Lambung Mangkurat itu oleh para penulis asing itu dianggap mitos,” katanya.

Namun kali ini setelah bekerjasama dengan Museum Singosari dan narasumber, intinya ternyata negara Dipa berdasar berbagai lembaga akreogi di Indonesia itu ada. “Sebelum abad 3 Sebelum Masehi sudah ada hunian atau permukiman masyarakat dari kalangan saat itu Proto Tua, Melayu Tua,” ungkapnya.

Dia berharap, seminar itu agar menjadi sumber ilmu yang jelas bagi masyarakat banyak. Semoga ada follow up untuk melanjutkan kegiatan seperti ini agar meminimalisir berbagai mitos di sekililing warga,” ucapnya.

Narasumber pada seminar kali ini ialah Devan Firmansyah, S. Pd dari Disparbud/Museum Singasari/Komunitas JJM Kabupaten Malam Jawa Timur, dan yang kedua Alumnus Strata 2 Universitas Indonesia yang juga dosen senior pendidikan sejarah FKIP ULM Drs. Hairiyadi, M. Hum.

Devan Firmansyah menjelaskan tentang Perang Gantee dan kemungkinan hubungan Jawa-Kalimantan Selatan di Abad ke XIII-XVII Masehi dengan tafsiran awal sejarah lokal berdasarkan naskah sastra kuno.

Baca Juga :   FAJAR - RIAN Hadapi Tuan Rumah di Final Kumamoto Masters 2024, Besok

Salah satunya membahas tentang Kondisi politik akhir Kerajaan Kediri adalah puncak disintegrasi dari masa-masa sebelumnya.

“Kerajaan Kediri kehilangan Negara Vagèsaal Wengker yang telah melepaskan atau sebelumhya,” ucapnya.

Selain itu, tutur Hairiyadi di hadapan ratusan audiens dari berbagai lapisan masyarakat, medan sejarah Kalimantan bagian tenggara menjelang dan sampai datangnya pengaruh Hindu.

Salah satunya ia menjelaskan tentang Alur Sungai barito yang memanjang dari selatan ke utara yang melintasi wilayah provinsi kalimantan selatan memiliki cabang/anak sungai. Yakni sungai Martapura, cabang/anak sungai Tabalong hulunya berada di kawasan Pegunungan Meratus.

“Kedua cabang/anak sungai ini tidak kalah pentingnya dengan sungai Barito sebagai saksi dan banyak mencatat kejadian yang berlangsung di kawasan Kalimantan bagian selatan,” tegasnya.

“Sampai dengan abad ke-19, sungai Barito dengan cabang/anak sungainya Martapura dengan Sungai Tabalong menjadi bagian penting terutama dalam bidang ekonomi masyaraka,” katanya.

Salah seorang peserta seminar, Sri mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menjadi bukti bahwa hal sebuah sejarah bisa dijelaskan secara ilmiah dan mampu ditangkap dengan mudah bagi para peserta seminar.

“Sangat inovatif sekali, mengangkat kegiatan seminar untuk meminimalisir sebuah mitos,” ucapnya.(AR)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TUJUH PELAKU NARKOBA Diciduk Polsek KPL Banjarmasin, Sita 24 Paket Sabu dan 40 Butir Eksatasi
“KASUS BERDARAH” di Bumi Basirih Banjarmasin, Ayah Dua Anak Tewas
KOTABARU: Marak Perjudian Libatkan Anak
EMBARKASI Banjarmasin Siap Sambut Kepulangan Jemaah Haji 2026
CEGAH PRAKTIK ILEGAL, Timwas DPR Usul Bentuk Lembaga Khusus
KASUS YAQUT CHOLIL: KPK Limpahkan Setelah Musim Haji 2026 Berakhir
PANCASILA jadi Pegangan Indonesia Hadapi Konflik Dunia
PRESIDEN PRABOWO: Pancasila jadi Dasar Pembangunan Ekonomi Adil dan Sejahtera

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 22:13

TUJUH PELAKU NARKOBA Diciduk Polsek KPL Banjarmasin, Sita 24 Paket Sabu dan 40 Butir Eksatasi

Senin, 1 Juni 2026 - 21:50

“KASUS BERDARAH” di Bumi Basirih Banjarmasin, Ayah Dua Anak Tewas

Senin, 1 Juni 2026 - 21:25

KOTABARU: Marak Perjudian Libatkan Anak

Senin, 1 Juni 2026 - 20:48

CEGAH PRAKTIK ILEGAL, Timwas DPR Usul Bentuk Lembaga Khusus

Senin, 1 Juni 2026 - 20:32

PANCASILA jadi Pegangan Indonesia Hadapi Konflik Dunia

Senin, 1 Juni 2026 - 20:27

PRESIDEN PRABOWO: Pancasila jadi Dasar Pembangunan Ekonomi Adil dan Sejahtera

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:56

KAWANAN “ABH” Diduga Terlibat Pengeroyok Kai Fauzi Diamankan Polresta Banjarmasin

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:18

SEMARAK TVRI Selenggarakan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 Melibatkan UKM

Berita Terbaru


Praktik Perjudian di Kotabaru. (Foto: Istimewa)

Hukum

KOTABARU: Marak Perjudian Libatkan Anak

Senin, 1 Jun 2026 - 21:25

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca