SEDIH Ucap Anggota DPRD, di Hadapan Mata Ada Lubang Besar

SEDIH Ucap Anggota DPRD, di Hadapan Mata Ada Lubang Besar

SuarIndonesia – Dewan Provinsi Kalsel sambut positif penetapan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI).

Kawasan hutan yang berada di wilayah Desa Tirawan Kecamatan Pulau Laut Sigam Kabupaten Kotabaru sebagai kawasan konservasi alam yang dilindungi.

“Dari aturan pusat memang daerah sekitar sampai diatas puncak Gunung Desa Tirawan adalah kawasan konservasi dan merupakan hutan lindung,” ucap  anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helm usai reses dan silaturahmi dengan warga di Desa Tirawan, Pulau Laut Sigam, Kotabaru, Jumat (7/5/2021).

Menurut Paman Yani sapaan akrabnya, dengan adanya peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat itu, maka seluruh lapisan masyarakat, penggiat hingga stakeholder lainnya untuk ikut bersinergi menjaga kelestariannya.

Politisi dari partai Golkar menekankan, selain wilayah hutan itu menyimpan panorama alam yang asri dan indah, juga pentingnya menjaga kelestarian alam.

Karena hutan yang masuk dalam wilayah kewenangan Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Selatan itu merupakan salah satu organ dari paru-paru dunia.

“Kalau sudah statusnya hutan lindung memang tidak boleh dipergunakan dalam hal merugikan, kecuali tanaman yang ditanam oleh warga sekitar sini bisa dimanfaatkan,” ujarnya

Wakil rakyat daerah pemilihan VI meliputi Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu ini juga berpendapat sesuai dengan statusnya membuka lahan baru pun tidak diperkenankan, untuk tujuan ke asrian dan kelestarian alam.

Sejak dahulu hingga sekarang ketersediaan air bersih di Kabupaten Kotabaru masih terbilang kurang atau krisis.

“Saya tidak setuju kalau Kotabaru ditambang. Kalau itu dilakukan, selesai sudah.

Ini juga bisa membuat masyarakat menjadi kesusahan untuk mendapatkan air bersih,” tegasnya

Paman Yani juga mengatakan, untuk menuju lokasi ke Desa Tirawan terdapat lubang besar di pinggir jalan yang membuat dirinya miris untuk menyaksikan keindahan alam terbuka hijau ini.

“Saya merasa sedih di hadapan mata ada lubang besar begitu, seharusnya dari dulu, Kotabaru tidak boleh diapa-apain.

Kalau mau bercocok tanam, berkebun tidak masalah tapi kalau sudah mengeruk isi bumi, kedepan turun terus turun akhirnya tenggelam,” paparnya.

Sementara itu, terkait hutan lindung di desa tersebut Kepala Desa Tirawan Sabrani mengatakan, ada sekitar enam hektar yang telah dibebaskan dan mendapat izin dari Kementerian KLHK RI untuk dimanfaatkan.

Sehingga tidak menjadi permasalahan untuk kedepannya. (*/HM)

 313 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: