SuarIndonesia – Jumlah personel polisi kehutanan (polhut) dan luasan kawasan hutan tak sebanding.
Satu orang Polhut idealnya membawahi sekitar 5 ribu hektarez namun faktanya saat ini, satu orang membawahi 41 ribu hektare hutan.
“Perbandingan itu tidak seimbang dengan tugas-tugas yang dihandle Polhut di lapangan. Idealnya hanya 1 banding 5, yang terjadi 1 banding 41,” jelas Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Hj. Fathimatuzzahra, di sela upacara HUT ke 56 Polhut, Senin (26/12/2022).
Kurangnya personel Polhut ini terjadi baik di tingkat pusat maupun daerah. Untuk menjaga hutan Indonesia yang begitu luas diperlukan tambahan 21 ribu orang polhut untuk pengamanan.
Di Kalsel sendiri, jumlah polhut hanya 74 orang. Dengan luasan kawasan hutan saat ini diperlukan 300 an personel tambahan.
Untuk menjaga hutan di Kalsel selama ini masih diakomodir tenaga kontrak pengamanan hutan (TKPH)
“Penjagaan hutan kami maksimalkan dengan adanya tenaga kontrak pengamanan hutan,” ujar Aya sapaan karibnya.
Para tenaga kontrak ini kata dia, juga sudah sesuai SOP dan dilatih sesuai frekuensi Polhut, meski masih kurang dengan luasan hutan yang ada di Banua.
Aya menyebut, selain menjaga kawasan hutan, Polhut juga dituntut untuk berbakti kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Mudah-mudahan ke depan ada penambahan polhut agar penjagaan hutan lebih maksimal lagi,” katanya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















