Sampah dan Jamban Apung Bahasan Utama AKKOPSI

- Penulis

Kamis, 22 November 2018 - 12:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Pengelolaan Sampah dan Jamban Apung menjadi bahasan utama di Advocacy Horizontal Learning yang digelar oleh Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) di Hotel Best Western, Jalan A Yani Km 4,5 Banjarmasin Timur, Kamis 22/11/2018.

Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina menyampaikan kegiatan hari ini merupakan bagian dari program kerja AKKOPSI pusat tentang pengelolaan sampah di sungai dan pesisir yang di ikuti oleh 78 kabupaten dan 30 kota se Indonesia.

Menurut Politisi PKS ini, pembelajaran hari ini terkait dengan pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin terkait dengan Peraturan Walikota No 18 Tahun 2016 tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik di Retail Modern di Banjarmasin. Kemudian soal Peraturan Pelabuhan di Kota Bitung tentang Larangan Membuang Sampah ke Sungai, serta di Kabupaten Pring Sewu untuk Pengelolaan Jamban Apung di sungai.

“Jadi pembahasan pembelajaran kita bersama hari ini adalah mencakup pengelolaan sampah termasuk sanitasi serta dengan kabupaten lain, yakni Kabupaten Pring Sewu yang menerapkan pembebasan Jamban Apung di sungai,” ucap Ibnu Sina kepada wartawan pada Pengelolaan Sampah dan Jamban Apung menjadi bahasan utama di Advocacy Horizontal Learning yang digelar oleh Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) di Hotel Best Western, Jalan A Yani Km 4,5 Banjarmasin Timur, Kamis (22/11/2018.)

Wakil Walikota Bitung, Maurits Mantiri mengutarakan peraturan larangan membuang sampah di Kota Bitung sudah efektif dan hasilnya memang luar biasa, sungai menjadi bersih dan jauh dari kata tercemar.

Sementata Bupati Pring Sewu, Sujadi Saddad mengatakan Pring Sewu sudah sejak 2014 mensosialisasikan tentang penggunaan jamban apung untuk dihentikan agar berubah menggunakan jamban di darat untuk buang kotoran masyarakat Pring Sewu.

“Mulai 2014 sampai dengan 2017, akhirnya kami mencapai 100%. Kabupaten Pring Sewu bebas jamban apung dan kita sosialisasikan masyarakat dengan pembelajaran terkait budaya dan agama, sehingga masyarakat sadar akan bahaya buang air di jamban apung bisa menyebabkan penyakit tersendiri untuk mereka,” ujar Sujadi Saddad.

Baca Juga :   REKRUTMEN PPIH Tahun 2025, Kalsel Dapat Kuota 24 Orang

Kemudian Direktur Eksekutif Sekretariat Nasional AKKOPSI, Josrizal Zai mengharap jangan ada lagi orang membuang sampah dan limbah di sungai. “Kita mengharapkan setelah pertemuan ini ada deklarasi komitmen bersama dari para bupati dan walikota untuk membuat larangan membuang sampah dan limbah di sungai,” katanya.22/11).

Wakil Walikota Bitung, Maurits Mantiri mengutarakan sudah efektif untuk peraturan larangan membuang sampah di Kota Bitung, dan hasilnya memang luar biasa sungai menjadi bersih dan jauh dari kata tercemar.

Adapun Bupati Pring Sewu, Sujadi Saddad mengatakan Pring Sewu sudah sejak 2014 mensosialisasikan tentang penggunaan jamban apung untuk dihentikan agar berubah menggunakan jamban di darat untuk buang kotoran masyarakat Pring Sewu.

“Mulai 2014 sampai dengan 2017 akhirnya kami mencapai 100%. Kabupaten Pring Sewu bebas jamban apung dan kita sosialisasikan masyarakat dengan pembelajaran terkait budaya dan agama sehingga masyarakat sadar akan bahaya buang air di jamban apung bisa menyebabkan penyakit tersendiri untuk mereka,” ujar Sujadi Saddad.

Kemudian Direktur Eksekutif Sekretariat Nasional AKKOPSI, Josrizal Zain mengharap jangan ada lagi orang membuang sampah dan limbah ke sungai. Kita mengharapkan setelah pertemuan ini ada deklarasi komitmen bersama dari para bupati dan walikota untuk membuat larangan membuang sampah dan limbah di sungai,” katanya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIPERSIAPKAN Pemprov Kalsel Lima langkah Penguatan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat
BURONAN PEMBUNUH Kakak Ipar Diringkus Polresta Banjarmasin di Pahandut Kalteng
POLICE EXPO 2026 Digelar Polda Kalsel Momentum Semakin Mendekatkan dengan Masyarakat
“KASUS BERDARAH” Tewaskan Seorang ABK di Rajawali Banjarmasin Selatan dengan 17 Adegan
PERTEMUAN Menteri P2MI dengan Gubernur Kalsel, Disampaikan Banyak Anak Muda Potensi Bersaing di Dunia Kerja Internasional
PARIPURNA DPRD Kalsel. Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
INDONESIA Targetkan jadi Lumbung Pangan Dunia
PRESIDEN PRABOWO: Program MBG Penting Atasi Kelaparan

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:03

PLAZA Seremoni IKN Raih Honour Award

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:43

RESMI DITUTUP Sekdaprov Kalsel MTQN Tingkat Provinsi di Batola, Piala Bergilir dan Tetap Diraih Kota Banjarmasin

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:16

BERTAMBAH LAGI, Peserta SPPI Meninggal saat Latmil Jadi 4 Orang

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:15

BERGESER JABATAN Sejumlah “PAMEN” Lingkup Polda Kalsel, Termasuk Lima Kapolres

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:30

BEJAT! Paman Cabuli Dua Keponakannya Lima Kali

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:20

DISDIKBUD ‘Digeruduk’ Emak-emak

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:12

3 PENCURI Meteran Air PDAM Diringkus

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:59

RIBUAN PAKET SEMBAKO Disalurkan Polda Kalsel dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru

Plaza Seremoni IKN tampak dariu udara. (Foto: Humas OIKN)

Kaltim

PLAZA Seremoni IKN Raih Honour Award

Jumat, 26 Jun 2026 - 22:03

Belanda dan Jepang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. (IMAGN IMAGES via Reuters/JAY BIGGERSTAFF)

Internasional

PIALA DUNIA 2026: Klasemen dan Tim yang Lolos

Jumat, 26 Jun 2026 - 19:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca