RIBUAN Massa Israel Tuntut Netanyahu Mundur

- Penulis

Senin, 29 Januari 2024 - 04:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan massa Israel gelar demonstrasi menuntut PM Benjamin Netanyahu mundur dari jabatan. [AFP/OHAD ZWIGENBERG]

Ribuan massa Israel gelar demonstrasi menuntut PM Benjamin Netanyahu mundur dari jabatan. [AFP/OHAD ZWIGENBERG]

SuarIndonesia — Ribuan massa Israel melakukan aksi demonstrasi pada hari Sabtu di beberapa kota dan menyerukan pembubaran pemerintahan. Demo tersebut bertepatan dengan demonstrasi yang digelar massa dari keluarga sandera yang ditahan di Gaza.

Dilansir Anadolu Agensi, Minggu (28/1/2024), aksi digelar di depan kediaman PM Israel Benjamin Netanyahu. Ribuan warga Israel melakukan protes di kota Haifa, di persimpangan Horev, menentang pemerintah dan menuntut pemilu segera.

Berdasarkan laporan itu, pawai dimulai dari daerah Carmel di kota Haifa hingga pusat protes di persimpangan Horev.

Sementara di kota Kfar Saba, dekat Tel Aviv, ratusan orang berdemonstrasi di bawah slogan ‘Pemilu Sekarang’. Berdasarkan laporan Yedioth Ahronoth, para pengunjuk rasa menuntut pemecatan Netanyahu dan pemilu segera. Selain itu, ratusan orang juga berdemonstrasi di kota Ra’anana dekat Tel Aviv, menyerukan pemecatan pemerintah.

Netanyahu menghadapi rentetan kritik dari masyarakat Israel dan beberapa politisi karena krisis sandera Israel di Gaza dan kegagalan menemukan jalan untuk memastikan mereka kembali dengan aman ke Israel.

Puluhan keluarga sandera di Gaza juga berdemonstrasi di depan rumah Netanyahu di kota Kaisarea untuk menuntut pembebasan sandera.

Media Yedioth Ahronoth mengatakan “untuk minggu kedua berturut-turut, keluarga sandera di Gaza telah melakukan protes di depan rumah Netanyahu di Kaisarea.”

Para pejabat Israel memperkirakan ada sekitar 136 sandera yang masih ditahan di Gaza sejak Hamas melancarkan serangan terhadap titik-titik militer Israel dan permukiman di dekat Gaza pada 7 Oktober 2023.

Faksi perlawanan Palestina, yang dipimpin oleh Hamas, menangkap sekitar 239 orang di kota-kota dekat Gaza. Pada November lalu menukar puluhan sandera dengan Israel selama jeda kemanusiaan tujuh hari.

Sebagai imbalannya, lembaga tahanan Palestina melaporkan bahwa Israel membebaskan 240 tahanan Palestina dari penjara selama jeda tersebut, termasuk 71 tahanan wanita dan 169 anak-anak.

Meskipun ada keputusan Mahkamah Internasional, Israel terus melakukan serangan gencar di Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya 26.257 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan 64.797 orang terluka sejak 7 Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan Palestina.

Serangan Israel telah menyebabkan 85% penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60% infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur, menurut PBB.

Baca Juga :   RACE MotoGP Inggris 2026: Fernandez Juara Ungguli Martin dan Bezzecchi

Respons Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkritik demo yang digelar pada hari Sabtu yang dilakukan oleh keluarga sandera yang ditahan di Gaza. Netanyahu mengatakan demo tersebut sebagai ‘tidak berguna dan berkontribusi terhadap tuntutan Hamas’.

“Protes yang dilakukan oleh keluarga para sandera tidak membantu melainkan meningkatkan tuntutan Hamas dan menunda pemulihan mereka,” kata Netanyahu dalam konferensi pers.

Dia menyebut memberikan arahan dalam pemerintahannya untuk meningkatkan aktivasi industri pertahanan lokal agar lebih bergantung pada senjata lokal.

“Tujuan kami adalah melenyapkan Hamas, karena kami tidak bisa membiarkan angkatan bersenjata tetap berada di Gaza, dan perang tidak akan berakhir sampai misi tersebut selesai,” kata Netanyahu dikutip detikNews.

“Di antara kita ada yang meragukan kemampuan kita, padahal mereka minoritas,” sambungnya.

Menanggapi pertanyaan tentang penyelidikan terhadap peristiwa 7 Oktober 2023, di mana kelompok perlawanan Palestina, Hamas, melancarkan serangan mendadak terhadap Israel, Netanyahu mengatakan “Penyelidikan harus dibuka setelah perang berakhir, bukan pada puncaknya,”.

Sementara itu, mengenai keputusan Mahkamah Kriminal Internasional (ICJ) terkait perang di Gaza, Netanyahu mengatakan pengadilan belum memutuskan untuk menghentikan perang maupun memaksanya untuk menghentikan perang.

“Pengadilan belum mengambil keputusan untuk menghentikan perang dan tidak memaksa kami untuk mengakhirinya,” tutur Netanyahu.

Meskipun ada keputusan sementara oleh Mahkamah Internasional (ICJ) pada hari Jumat yang memerintahkan Israel mencegah tindakan genosida di Gaza, Israel terus melakukan serangan gencar terhadap wilayah pesisir tersebut di mana setidaknya 26.257 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan 64.797 orang terluka sejak 7 Oktober 2023. menurut otoritas kesehatan Palestina.

Menurut PBB, serangan Israel telah menyebabkan 85% penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60% infrastruktur di wilayah kantong itu rusak atau hancur. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca