RENDAH Kesadaran Warga Kalsel Pakai Masker

RENDAH Kesadaran Warga Kalsel Pakai Masker
Kompol Joseph Edward Purba saat membagikan masker ke masyarakat untuk mengedukasi pencegahan virus corona. (ANTARA/Firman)

SuarIndonesia – Kesadaran masyarakat di Kalimantan Selatan untuk menggunakan masker ternyata masih rendah meski virus corona kini tengah mewabah.

Hal itu terlihat ketika polisi membagikan masker kepada pengguna jalan di Kota Banjarmasin, Selasa (24/3/2020), dikutip dari ANTARA.

“Kami edukasi masyarakat agar sebisanya menggunakan masker pelindung mulut dan hidung, ini bentuk pencegahan melindungi diri dari paparan virus corona,” ujar Kompol Joseph Edward Purba yang memimpin pembagian masker di Jalan Ahmad Yani Km 6 Banjarmasin.

Menurut perwira yang menjabat Kasi STNK Subdit Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan itu, virus corona dapat ditularkan melalui wajah yang masuk lewat hidung dan mulut. Bahkan konon katanya juga lewat mata.

“Maka dari itu, pentingnya penggunaan masker saat ini. Pembagian secara gratis ini juga sebagai solusi membantu masyarakat yang kini susah mendapatkan masker di pasaran yang kosong. Jika pun ada harganya mahal,” tuturnya.

Untuk itu dalam pembagian masker tersebut, Kompol Joseph lebih menyasar warga kurang mampu yang tetap harus bekerja di luar rumah. Seperti sopir angkutan umum, tukang ojek hingga penarik becak.

“Masyarakat yang seperti ini kan kasian. Di tengah anjuran pemerintah untuk berdiam di rumah, mereka tetap harus bekerja di luar. Maka dari itu, pentingnya menggunakan masker untuk melindungi diri dari paparan virus corona,” jelasnya.

Menariknya pula, masker yang dibagikan hasil bikinan dari penjahit langganan sang polisi. Joseph menjamin maskernya sudah standar untuk pelindung mulut dan hidung, dimana ada dua lapis kain disatukan guna mencegah penularan virus corona dari orang yang terpapar.

“Kelebihan masker ini juga bisa dicuci hingga dapat digunakan kembali berulang kali sesuai kebutuhan. Berbeda dengan masker sekali pakai di pasaran yang tentunya lebih boros karena harus membeli lagi jika habis,” tandas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2004 itu. (ANT/RA)

 349 total views,  4 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: