Suarindonesia – Pemindahan Ibukota Negara (IKN) ke luar Pulau Jawa mutlak harus dilakukan, sebab berkaitan dengan daya dukung di Pulau Jawa yang sudah tidak kuat lagi.
Hal ini disampaikan Deputi Menteri PPN/Bappenas Bidang Pengembangan Regional, Rudy S Prawiradinata pada Dialog Nasional Pemindahan Ibukota Negara : Kalimantan untuk Indonesia “menuju ibukota masa depan : smart, green, beautiful, dan sustainable” di Hotel Novotel, Senin (15/7).
Rudy menjelaskan, rencana pemimdahanan IKN sudah dipersipkan dari 2017. Dikatakannya, berdasar kajian ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan pemindahanan IKN.
“Alternatif pertama mengumpulkan semua kantor kementerian/lembaga dalam satu kawasan, selama ini kantor terpisah, makanya kenapa dibuat governance distrik,” ujarnya.
Alternatif ke dua memindahkan Ibukota di sekitar Jakarta, dan terakhir pindah ke luar Jawa.
Diakuinya, ke tiga alternatif tersebut tidak menyelesaikan masalahan secara langsung, namun menurutnya presiden menghendaki pemerataan pembangunan.
“Daya dukung Jawa sudah terlalu berat. Kekeringan di Pulau Jawa sudah sering terjadi. Populasi penduduk di Pulau Jawa juga sudah terlalu tinggi, 60 persen penduduk ada di Jawa sedangkan lahan paling kecil.
Pertumbuhan ekonomi di Jawa 5,7 persen, pemindahan IKN bukan untuk mengurangi pertumbuhan ekonomi di sana, tapi kalau dibiarkan begini maka ketimbangan akan sangat tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, presiden menghendaki Indonesia sentris bukan Jawa sentris. Jika IKN pindah ke luar Jawa, maka Jawa tetap berkembang.
“Calon IKN baru harus mempunyai daya dukung lingkungan yang kuat, ketersediaan lahan yang luas, dan mempunyai pelabuhan laut dalam,” bebernya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor menyebut Kalsel sudah menyiapkan lahan kurang lebih 300.000 hektar di dua titik. Di mana dua titik itu masih dirahasikan, karena dalam proses penilaian dan kajian.
Gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu berharap lokasi yang disiapkan bisa memenuhi kriteria sebuah ibu kota negara, sehingga dilirik oleh pengambil kebijakan di pusat. Tim dari pemprov juga sudah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam rangka mendukung tim pusat yang melakukan kajian.
“Untuk jadi ibu kota, Kalsel jelas siap. Kami juga berupaya semaksimal mungkin menyiapkan apa yang jadi kebutuhan sebuah ibu kota negara. Namun, semua tetap diserahkan kepada Bapak Presiden untuk memutuskan,” tuturnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















