PUTIN Bantah Hendak Kerahkan Nuklir di Luar Angkasa

- Penulis

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Rusia Vladimir Putin membantah mau bikin nuklir di luar angkasa. [AP Photo/Alexander Zemlianichenko, Pool]

Presiden Rusia Vladimir Putin membantah mau bikin nuklir di luar angkasa. [AP Photo/Alexander Zemlianichenko, Pool]

SuarIndonesia — Presiden Vladimir Putin membantah bahwa Rusia hendak mengerahkan senjata nuklir di luar angkasa.

Dalam pernyataan pada Selasa (20/2/2024), Putin mengatakan Moskow tidak berniat mengerahkan senjata nuklir semacam itu.

“Posisi kami cukup jelas dan transparan bahwa kami selalu dan tetap tegas menentang pengerahan senjata nuklir di luar angkasa,” kata Putin, seperti dikutip CNNIndonesia dari Associated Press.

“Justru sebaliknya, kami mendesak semua orang untuk mematuhi seluruh kesepakatan yang ada di bidang ini,” lanjut dia.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, sementara itu menambahkan bahwa Kremlin saat ini cuma mengembangkan kemampuan luar angkasa seperti yang dilakukan Amerika Serikat dan negara-negara lainnya.

“Kami tidak mengerahkan senjata nuklir apa pun di luar angkasa atau elemen-elemen yang berkaitan untuk digunakan melawan satelit atau menciptakan kondisi di mana satelit tidak bisa bekerja secara efisien,” ucap Shoigu.

Shoigu lantas menduga bahwa Gedung Putih melontarkan tudingan ini untuk memaksa Kongres mendukung bantuan bagi Ukraina serta mendorong Moskow melakukan kembali pembicaraan mengenai pengendalian senjata nuklir yang sebelumnya telah ditangguhkan Rusia.

Baca Juga :   RACE MotoGP Inggris 2026: Fernandez Juara Ungguli Martin dan Bezzecchi

Pekan lalu, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Rusia hendak mengerahkan senjata anti-satelit di luar angkasa. Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan langkah itu melanggar Perjanjian Luar Angkasa.

Perjanjian yang ditandatangani lebih dari 130 negara termasuk Rusia tersebut melarang pengerahan senjata nuklir atau jenis senjata pemusnah massal lainnya di orbit maupun penempatan senjata di luar angkasa.

Tidak jelas seberapa jauh Rusia telah mengembangkan teknologi tersebut. Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa program tersebut tidak melibatkan senjata yang akan digunakan untuk menyerang manusia. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca