PRESIDEN Prabowo Peringatkan Jajarannya tidak Buat Laporan Akal-akalan

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Tasyakuran HUT Ke-1 Danantara di Jakarta, Rabu (11/3/2026) malam. (Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Tasyakuran HUT Ke-1 Danantara di Jakarta, Rabu (11/3/2026) malam. (Sekretariat Presiden)

SuarIndonesia — Presiden Prabowo Subianto memperingatkan jajarannya tidak membuat dan memberikan laporan akal-akalan atau hasil manipulasi yang tujuannya hanya untuk menyenangkan atasan.

Di hadapan jajaran pejabat negara dan petinggi-petinggi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Prabowo menyebut dirinya memberikan peringatan keras terhadap laporan akal-akalan tersebut.

“Jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu, laporan menyenangkan-menyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan. Saya kasih peringatan keras ini,” kata Presiden Prabowo kepada jajarannya saat acara peringatan HUT ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026) malam.

Usai memberi peringatan itu, Presiden Prabowo lanjut mengumumkan dirinya telah menerima laporan return on asset BUMN-BUMN di bawah naungan Danantara dalam periode setahun terakhir naik hingga lebih dari 300 persen.

“Saya dapat laporan, saya cukup gembira, return on asset satu tahun, 2025, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik, dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini, bahwa tidak mungkin suatu manajemen yang baik, kalau tidak di satu kendali, di satu tangan, di satu manajemen,” kata Presiden Prabowo, melansir dari Antaranews.com.

Prabowo kemudian menyoroti banyaknya anak perusahaan, bahkan cucu perusahaan yang bernaung di bawah satu entitas BUMN. Jumlahnya, menurut Prabowo, pun tidak main-main, karena ada satu BUMN yang mengelola hingga 200 anak perusahaan dan cucu perusahaan.

Situasi itu yang kemudian, menurut Presiden, memunculkan banyak penyimpangan, meskipun awal pendirian BUMN-BUMN sebagai perusahaan negara itu punya tujuan dan iktikad yang baik.

Baca Juga :   KEMENSETNEG Imbau Pengibaran Bendera Setengah Tiang Hormati Try Sutrisno

“BUMN didirikan oleh pendiri-pendiri bangsa kita, dulu namanya perusahaan negara. Sekian puluh tahun bergerak, kita tidak punya industri tekstil, negara mendirikan Patal Senayan, tidak punya industri kertas, kita butuh buku, anak-anak perlu belajar, negara mendirikan pabrik kertas. Tidak punya obat waktu merdeka, negara mendirikan perusahaan-perusahaan farma,” kata Presiden.

“Tetapi lambat laun, iktikad baik ini terjadi penyimpangan-penyimpangan. Negara dalam keadaan baru awal-awal merdeka mendirikan perusahaan negara Pertamina. Ternyata, iktikad baik pendiri-pendiri bangsa itu akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan. Saya kaget Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan,” ucap Prabowo.

Kemudian, Presiden menyoroti masalah adanya regulasi yang menghalangi negara mengaudit perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah BUMN.

“Aneh lagi ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi, kalau BUMN (sebagai perusahaan induk) boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?” ujar Presiden mengungkap rasa herannya.

Oleh karena itu, Presiden meyakini konsolidasi perusahaan-perusahaan milik negara dalam satu entitas Danantara menjadi strategi yang tepat untuk mengelola kekayaan negara dengan lebih optimal dan mencegah kebocoran kekayaan negara.

“Premis kita ternyata benar, konsolidasi satu manajemen dengan rasional dengan standar-standar terbaik dunia,” kata Presiden Prabowo. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

EMPAT PRAJURIT TNI Denma BAIS Ditahan Terduga Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
PEMBUNUH SEORANG BURUH di Banjarmasin, Empat Tersangka Diamankan Polisi
KPK: Diduga Ada Kepala Daerah Lain yang Beri THR buat Polisi hingga Jaksa
JANJI Menpora: Masa Depan Atlet Berprestasi Terjamin Dana Pensiun
ALASAN Baru KPK Tahan Yaqut di Kasus Kuota Haji
YAQUT Cholil Qoumas Resmi Ditahan KPK
717 SPPG di Indonesia Timur Kena Suspend
POLRI: Masyarakat Terganggu Oknum Minta THR Lapor ke 110

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:53

TERCATAT Ada 56.904 Penumpang Mudik Lebaran Tahun 2026, Telah Diantisipasi Pelindo Sub Regional Kalimantan

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:16

PENETATAPAN 1 Syawal 1447 Hijriyah, Muhammadiyah Menyampaikan Jatuh pada Jumat, Sedangkan NU Berpotensi Sabtu

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:39

SEORANG KAKEK Tak Bernyawa Ditemukan Mengapung di Sungai Martapura

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:44

PEMELIHARAAN TOTAL, Irigasi Riam Kanan Dikeringkan

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35

PEMBUNUH SEORANG BURUH di Banjarmasin, Empat Tersangka Diamankan Polisi

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:11

PERKELAHIAN BERDARAH di Pekapuran Raya, Seorang Tewas Penuh Bacokan

Senin, 16 Maret 2026 - 19:37

GPM KALSEL, Harga Ikan dan Telur Dipangkas 50 Persen

Senin, 16 Maret 2026 - 12:45

KEPEDULIAN IJTI Kalsel untuk Insan Pers dan Masyarakat

Berita Terbaru

Headline

PEMELIHARAAN TOTAL, Irigasi Riam Kanan Dikeringkan

Selasa, 17 Mar 2026 - 23:44

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca