SuarIndonesia – Untuk memulihkan pasien kejiwaan tanpa gejala sisa memerlukan peran keluarga, sebab ada yang ditangani tenaga profesional di rumah sakit dan ada yang ditangani di level komunitas baik lingkungan atau keluarga.
Peran keluarga diperlukan untuk mengembalikan kemandirian, kepercayaan diri, dan harga diri.
“Diawali di rumkit ditindaklanjuti keluarga, karena jika demikian maka pasien bukan jadi beban keluargalagi tapi jadi penambah penghasilan keluarga,” kata Direktur Utama RSJD Sambang Lihum, IBG Dharma Putra, Selasa (12/11).
Diungkapkannya, masih ada beberapa keluarga yang tidak perhatian dan memperhatikan pasien ODJ dengan terpaksa.
Kendati demikian, masih banyak keluarga yang memperhatikab ODJ dengan kaish sayang.
“Kami pengen semua keluarga memperhatikan dengan kasih sayang, sehingga tingkat kepulihan benar-benar terjadi,” ucapnya.
Dharma menyebut masyarakat dengan Kalsel dengan gangguan jiwa berat terdapat tiga orang dari 2 ribu orang.
Jika dikalkulasi dari penduduk Kalsel sebanyak 4 juta jiwa, maka 6 ribu oranh terindikasi mengalami gangguan jiwa berat.
“Kalau keluarga jadi duta kesehatan jiwa tentu jadi bagus, keluarga di Kalsel sudah bagus dalam hal penanganan pasien gangguan jiwa,” tegasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















