PENGAWASAN Komoditi Impor Ilegal, ASPAKI Dukung Kejaksaan RI

PENGAWASAN Komoditi Impor Ilegal, ASPAKI Dukung Kejaksaan RI

SuarIndonesia – Pengawasan komoditi impor ilegal, ASPAKI dukung dan apresiasi Kejaksaan RI.

“Kita dukung institusi Kejaksaan RI dalam upayanya memberantas komoditas alat kesehatan impor ilegal.

Sekaligus mengajak para pelaku industri alat kesehatan Indonesia untuk bergabung dalam satu wadah ASPAKI,” kata Ketua Umum Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) Imam Subagyo, didampingi Sekretaris, Cristina Sandjaja, dan Kepala Bidang Promosi Lissa Imelia.

Ini pada kesempatan berkunjung di Kantor Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, diterima Ketut Sumedana, didampingi Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Digdiyono Basuki Susanto dan Kepala Sub Bidang Kehumasan Andrie Wahyu Setiawan.

Maksud dan tujuan kunjungan ASPAKI dalam rangka apresiasi dan penyampaian dukungan.

Ketua Umum ASPAKI menyampaikan bahwa pengguna alat kesehatan dalam negeri hanya 12-14% dibanding penggunaan 88% alat kesehatan impor.

Untuk itu, ASPAKI berkontribusi melalui organisasi ini turut berpartisipasi dalam hal pengawasan dan penyedia wadah perhimpunan untuk pengusaha dan produsen alat kesehatan (alkes).

Sementara Kepala Pusat Penerangan Hukum Ketut Sumedana menyampaikan bahwa kunjungan ASPAKI sangat memiliki makna yang luar biasa dalam rangka silaturahmi dan apresiasi terhadap institusi Kejaksaan RI.

Ia menyampaikan ASPAKI agar dapat berperan dalam proses penegakan hukum dengan memberikan informasi peredaran barang-barang ilegal di masyarakat seperti penggunaan label lokal.

Selanjutnya, mengingatkan akan perlunya proses standarisasi industri alat kesehatan oleh instansi terkait.

“Dalam hal ini yaitu Kementerian Kesehatan RI untuk melegalisasi ASPAKI untuk memudahkan industri yang akan bergabung ke organisasi ini,” tutup Ketut Sumedana. (*/ZI)

 120 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!