SuarIndonesia – Target investasi yang dibebankan pemerintah pusat kepada Pemprov Kalsel pada tahun 2020 sebesar Rp12 triliun dari sebelumnya Rp10,5 triliun pada 2019.
“Jika dibanding tahun-tahun sebelumnya memang selalu ada kenaikan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)Kalsel, Nafarin, belum lama tadi.
Nafarin mengakui cukup berat mencapai realisasi investasi tersebut, sebab saat ini sedang terjadi pelemaham investasi.
Salah satunya dikarena wabah virus corona yang melanda dunia.
Memang diakui Nafarin, China bukanlah penanam modal asing (PMA) terbesar di Kalsel.
Dari catatan tahun sebelumnya negara PMA terbesar adalah Korea Selatan.
Kendati demikian ia mengaku tetap optimis, sebab selama ini potensi investasi penanam modal dalam negeri (PMDN) juga sangat besar. Bahkan menurutnya, investasi PMDN seperti air minum dalam kemasan, perumahan, dan lainnya belum tercatat.
Dikatakannya, investasi perumahan menyebar di seluruh kabupaten/kota di Kalsel, namun belum tercatat secara maksimal.
“Pencatatan investasi perumahan ini nanti kami maksimalkan bersama pemkab dan pemkot. Yang saya tau nilainya cukup besar,” urainya.
Sama halnya dengan bisnis perumahan, investasi air dalam kemasan yang cukup menjamur di Kalsel juga belum tercatat maksimal.
Sebagaimana diketahui produk minuman yang diproduksi di Kalsel cukup banyak.
Nafarin menyebut, pencatatan investasi dari sisi pengembangan usaha.
“Misal mereka membeli peralatan mesin dan perlengkapan lainnya itu harusnya masuk catatan investasi.
Dari sektor PMDN itu yang nanti kami maksimalkan agar bisa mencapai target yang ditetapkan,” paparnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















