SuarIndonesia – Pembebasan lahan peruntukan rumah dinas (Rumdin) Walikota Banjarmasin senilai Rp 31 Miliar diduga bermasalah atau mark-up,dan massa minta penegak hukum tak diam serta mengusut tuntas.
Massa dari Lembaga Swadaya Mamsyatakat (LSM) Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kota Banjarmasin suarakan semua ini dengan aksi damai di kawasan Nol Kilometer Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (7/11/2023).
“Aksi kami bukan maksud menjadi musuh pemerintah daerah atau kota, melainkan sebagai teman saling mengingatkan.
Rekan rekan ingin menjalankan kontrol sosial di masyarakat agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari tanah senilai Rp 31 miliar ini,,”ucap koordinator aksi, Anang Misran juga Ketua GEPAK Kota, kepada awak media.
Ini dari APBD 2022, dengan luas mencapai 2400 meter persegi. Dan pula jadi pertanyaan mengenai proses pengadaan tanah. Seperti siapa yang melakukan penilaian, dan siapa pejabat yang terlibat dalam proses.
Dari keterangan, ada dugaan yang awal mencari lahan bukan tim dari pemerintah setempat. Padahal harusnya yang mencari serta menentukan posisi lahan itu untuk pembangunan rumdin adalah tim yang dibentuk.
Dan apakah ini dilakukan dan berapa nilai awal pembelian lahan sebelum penentuan penilai yang dibetuk hingga teranggar pembelian Rp 31 Miliar ? .
Kasusnya sudah masuk pihak Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan tengah ditangani penyidik Dot Reserse Kriminal KHusus (Dit Reskrimsus Polda Kalsel.
“Iya, tapi hingga kini belum ada tersangka diumumkan. Masyarakat ingin tahu siapa yang terlibat dalam dugaan mark up pengadaan tanah ini,” tambah Anang Misran didampingi Gazali Rahman
Ia juga sampaikan rencana untuk menggelar aksi lebih besar lagi dengan lebih banyak massa jika pihak terkait tidak merespons.
Bahkan akan mengajukan permintaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun ke Banjarmasin.
Anang juga menyayangkan sikap beberapa anggota DPRD Kota Banjarmasin yang tidak mengetahui biaya anggaran dari pembelian tanah tersebut. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















