SuarIdonesia.com -Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Guntung Paikat Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengadakan pelepasan dan perpisahan siswa-siswi, Sabtu (3/6/2023).
Suasana berlangsung penuh haru lantaran selama enam tahun telah berkumnpul dan terpisah, namun sisi lain tersirat kegembiraan karena bisa melanjutkan kejenjang pendidikan di SMP.
Kegiatan mungkin adalah hari terakhir setelah enam tahun bangunan SDN 2 Guntung Paikat menjadi rumah kedua bagi siswa-siswi.
Tetapi itu bukan alasan untuk melupakan segala jasa-jasa dan kebaikan-kebaikan. Sangat banyak sesuatu yang telah bapak dan ibu guru berikan untuk.
Tak hanya ilmu, namun banyak sekali tentang kebaikan, nasihat demi masa depan yang lebih berarti.
Rangkaian kegiatan, juga penyerahan penghargaan siswa-siswa berprestasi yang diraih atasnama Amelia Puteri, Julita Wahyu R dan Raditya Putra Pratama.
Penghargaan diserahkan Hj Kartini S.Pd .M.MPd, selaku Bagian Pengawas yang mewakili dari Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru.
“Belajarlah dengan baik dan sungguh- sungguh, tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya dan jangan buang waktu kalian dan juga jangan sampai diri kalian menyesal pada suatu saat nanti. Jaga pergaulan di zaman sekarang,” pesan Hj Kartini.
Lainnya, kesan dari perwakilan orangtua dari Yudis serta diisi penampilan nyanyi dan tari dari kelas 1 sampai kelas 6.
“Tidak akan pernah terbalas jasa-jasa kalian. Itulah kenapa kita sering mengenal istilah seorang guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Guru bak pelita penerang dalam gulita. Jasamu tiada tara.
Kami antar anak-anak kami ke sini enam tahun yang lalu, belum banyak yang bisa anak-anak kami lakukan,” ungkap orang tua siswa lainnya.

Naura Azzahra Rinaldy bersama wali kelas, Astuti.
Sementara Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 2 Gutung Paiakat, Hairil Anwar spd juga berpesan agar siswa harus wajib belajar 12 tahun.
“Terus raih pendidikan lebih tinggi, menajadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan apa di cita-citakan semoga dikabulkan oleh AllaH,” ucapnya didampingi Ketua Panitia, Astuti, yang juga wali kelas dari siswa.
Bahkan ada ungkapan tertulis pula yang diminta guru pada anak didik teruntuk orangtuanya, seperti Naura Azzahra Rinaldy menuliskan.
“Teruntuk kedua orangtuaku terimakasih sudah merawatku dari bayi hingga sekarang. Mendidik, menjaga, menyekolahkan hingga kini meranjak dewasa dan melanjutkan pendidikan ke SMP hingga suatu hari nanti ku bisa menjadi sukses. Terimasih kedua orangtuaku”. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















