SuarIndonesia -Pecahkan Rekor MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) lomba Puter Pelung serentak di 12 kota.
Kegiatan itu terselenggara atas prakarsa Kombes Pol Widiatmoko, SH, S.I.K, MH, Kabid TIK Polda Kalsel, yang juga Ketua Umum Pusat Perkumpulan Penggemar Dan Pelestari Puter Seluruh Indonesia (PPPPSI).
“Iya semua salah satu upaya ikut berkontribusi pelestarian lingkungan hidup.
Para penghobi dan pelestari puter dari seluruh Indonesia menyelenggarakan lomba yang dilaksanakan secara serentak di 12 kota, Minggu (8/3/2020) lalu dan pecahkan rekor MURI,” kata Kombes Pol Widiatmoko, kepada wartawan, Rabu (11/3/2020).
Dikatakan, semua serentak di 12 kota, yaitu Kabupaten Lombok Timur, Kota Denpasar Bali, Kota Sumenep, Pamekasan, Nganjuk, Semarang, Solo, Blitar, Mojokerto, Jogja, Madiun dan Sidoarjo. Dengan jumlah keseluruhan sebanyak 629 peserta gantangan.
“Nomor rekor 9457 Penggaron Semarang,” tambah Kombes Pol Widiatmoko.
Dikatakan, burung puter merupakan salah satu burung klangenan, burung anggungan dengan ciri khas berkalung hitam di leher dan suara ‘kuk geluuk kuuwaakk’
Puter pelung memiliki sifat mulia yaitu dapat mengerami telur satwa burung lain dengan jenis makanan yang sama.

Dalam segi suara lanjutnya dikenal dan dibedakan menjadi 2 jenis, puter jawa/lokal (endemik Afrika) dan puter pelung (endemik asli Indonesia.
Perkawinan silang dari puter Jawa, Bali dan Lombok yg melahirkan suara melung yaitu suara panjang, meliuk dan melengkung)
Secara fisik akan tampak sama, besar tubuhnya, warna bulu, bentuk kaki dan paruh.
“Yang menjadi pedoman pembeda utama adalah panjangnya ketika burung puter pelung ini mengeluarkan anggungan khasnya.
Mengalun lebih panjang, santai dan tetap berirama,” jelasnya.
“Kita harus berbangga hati anak bangsa Indonesia berhasil membreeding burung Puter menjadi Puter Pelung.
Apa yang sudah dilakukan pendahulu dan sesepuh kita dilanjutkan PPPPSI untuk terus mengembangkan Puter Pelung di seluruh Indonesia.
Bahkan sampai pasar Asia. Kita pun harus selalu semangat dalam mengembangkan Puter Pelung yang bersuara melung dan merdu,” ucapnya yang juga suka dengan hewan jenis lain.
“Dengan Rekor MURI ini, sehingga dunia anggungan Indonesia dapat lebih dilihat dunia Internasional,” ujarnya.
“Semoga dunia anggungan khususnya burung puter dapat semakin semarak lagi seperti perkutut yang lebih dulu eksis,” harap Kombes Pol Widiatmoko, yang juga memilki suara merdu jika tampil bernyayi pada tiap kegiatan di Mapolda Kalsel. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















