PBB Khawatirkan Serangan Rusia ke Fasilitas Pangan Ukraina

- Penulis

Kamis, 17 Agustus 2023 - 20:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengiriman komersial pertama M/V Riva Wind dari Ukraina yang membawa 50.000 ton ton gandum pesanan. (Antara/Dokumentasi Kedubes Ukraina)

Pengiriman komersial pertama M/V Riva Wind dari Ukraina yang membawa 50.000 ton ton gandum pesanan. (Antara/Dokumentasi Kedubes Ukraina)

SuarIndonesia — Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)mengaku sangat mengkhawatirkan serangan Rusia terhadap fasilitas pangan dan bahan pangan Ukraina setelah Moskow menarik diri dari perjanjian yang memfasilitasi ekspor pangan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres “mengungkapkan kekhawatiran mengenai kemungkinan naiknya harga pangan global” akibat keluarnya Rusia, kata Juru Bicara Sekjen PBB Farhan Haq kepada wartawan.

Haq menambahkan bahwa serangan itu “tidak mengurangi kekhawatiran tersebut.”

“Jelas, apa yang dia inginkan adalah kembalinya Prakarsa Hijau Laut Hitam dan pemahaman yang sudah kita miliki,” kata Haq.

“Dan dia melakukan segala yang dia bisa untuk melihat apa yang bisa dilakukan guna memastikan ekspor pangan dan pupuk dapat keluar dari Ukraina dan Federasi Rusia, namun tindakan seperti ini membuat kegiatan semacam itu semakin sulit,” tambah dia.

Dikutip Antara, Kamis (17/8/2023) dari Anadolu, Rusia menghentikan keikutsertaannya dalam perjanjian pangan Laut Hitam yang diprakarsai PBB dan Turki pada 17 Juli lalu dengan dalih permintaannya dalam perjanjian itu tak dipenuhi.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Rusia memberikan syarat pembatasan perbankan dilonggarkan dan ekspor pupuk dibolehkan lagi, sebelum kembali masuk perjanjian itu.

Perjanjian itu berlaku pada Juli 2022 dan menjadi tonggak penting bagi upaya menunjang keamanan pangan global setelah ekspor pangan dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina dihentikan akibat embargo yang diberlakukan Rusia dalam rangka perang melawan negara tetangganya di Eropa Timur itu. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca