NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

- Penulis

Minggu, 8 November 2026 - 22:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

SuarIndonesia — Arboretum Nyaru Menteng atau Hutan Kota Nyaru Menteng merupakan kawasan konservasi hutan rawa seluas sekitar 65,2 hektare di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Tempat ini menjadi rumah bagi aneka flora dan fauna, termasuk juga tempat konservasi orang utan.

Belakangan, Nyaru Menteng jadi sorotan karena terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan 47 orang utan di pusat rehabilitasi Nyaru Menteng teridentifikasi mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga harus ditangani secara khusus.

Saat situasi sudah kondusif, wisatawan dapat berkunjung ke Nyaru Menteng. Sebelum ke sana, Simak dulu artikel ini untuk mengetahui daya tarik, aktivitas menarik, dan panduan untuk pengunjung.

Daya Tarik Nyaru Menteng

Dikutip dari laman Indonesia Travel, berikut sejumlah daya tarik utama dari destinasi ini:

1. Keanekaragaman Flora Hutan Rawa Gambut
Kawasan ini berkarakter hutan rawa dan gambut tropis dataran rendah yang berfungsi sebagai lokasi konservasi plasma nutfah. Di dalamnya tumbuh sekitar 139 spesies pohon dari 43 famili, seperti geronggang, meranti, bajaka darak, gelam tikus, dan meranti bunga.

Suasana hutan begitu rindang dan sejuk dengan aroma wangi pohon gaharu yang menyeruak di sepanjang pepohonan, serta dilengkapi keberadaan vegetasi unik seperti jamur mata pelanduk.

2. Kekayaan Fauna Khas Kalimantan
Kawasan ini menjadi habitat bagi lebih dari 89 jenis burung, seperti beo (Gracula religiosa), cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus), burung pelatuk, serta berbagai primata dan reptil seperti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), kelasi (Presbytis rubicunda), owa kalimantan, bekantan, dan biawak.

3. Pusat Konservasi & Rehabilitasi Orang Utan
Dilansir dari situs BOSF, Nyaru Menteng merupakan lokasi Pusat Rehabilitasi Orang Utan yang dikelola oleh Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Pusat rehabilitasi ini berdiri sejak 1999.

Lembaga ini bertugas merawat dan merehabilitasi orang utan melalui proses pemeriksaan kesehatan, karantina, sosialisasi, hingga Sekolah Hutan untuk melatih keterampilan bertahan hidup sebelum dilepasliarkan ke alam bebas.

Namun pusat konservasi ini bukanlah kebun binatang yang bisa dikunjungi secara bebas. Ada berbagai syarat untuk bisa melihat langsung kegiatan konservasi tersebut.

Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan

Berikut sejumlah aktivitas menarik yang dapat dilakukan pengunjung Nyaru Menteng:

1. Trekking & Jelajah Hutan Rawa Gambut
Pengunjung dapat menyusuri jalur trekking dan dermaga kayu di dalam hutan rawa gambut untuk mengenali vegetasi serta mengamati satwa liar dari jarak aman.

2. Edukasi Konservasi di Visitor Information Centre
Pengunjung dapat mendatangi Visitor Information Centre milik BOSF untuk mempelajari kehidupan orang utan serta berbagai upaya penyelamatan dan konservasi yang dilakukan.

3. Program Eco-Volunteering
Bagi pencinta satwa tersedia program Eco-Volunteering selama 2 atau 4 minggu untuk berkontribusi langsung dalam pembuatan desain enrichment, perawatan satwa (animal husbandry), pemeliharaan area, hingga reboisasi.

4. Memberi Makan Rusa
Pengunjung dapat melihat dan memberi makan rusa yang berkeliaran di bawah pepohonan rindang.

5. Wisata Kuliner dan Piknik Santai
Pengunjung juga dapat membeli aneka kuliner dan cemilan dari penjaja makanan lokal di sekitar area sebelum masuk ke tengah hutan untuk dinikmati saat piknik di tengah suasana hutan yang asri.


Arboretum Nyaru Menteng Palangka Raya. (Foto: detikKalimantan/Ayuningtias Puji L)

Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Baca Juga :   HELIKOPTER TNI Jatuh saat Misi Padamkan Karhutla di Kalteng

Arboretum Nyaru Menteng berada di Jalan Tjilik Riwut Km 28, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dari pusat kota, detikers harus menempuh sekitar 30-35 km atau sekitar 40 menit perjalanan.

Berikut adalah rincian operasional dan tarif masuk:

– Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Harga Tiket Masuk: Rp5.000 per orang, sedangkan anak usia 1-5 tahun tidak dikenakan biaya (gratis).

– Sewa Fasilitas: Sewa aula dikenakan biaya Rp500.000 per hari/acara, dengan fasilitas gratis parkir di dalam area Hutan Kota (kondisi menyesuaikan).

Etika Kunjungan dan Tata Tertib

Sebagaimana tercantum dalam papan informasi di Arboretum Nyaru Menteng, pengunjung wajib mematuhi panduan etika dan tata tertib demi keamanan bersama serta menjaga kelestarian kawasan konservasi.

Tata Tertib & Larangan Umum

Pengunjung wajib menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang disediakan.

– Dilarang keras memberi makanan kepada satwa tanpa izin dari petugas.

– Pengunjung juga dilarang membawa senjata api, senjata tajam, narkoba, maupun minuman beralkohol.

– Dilarang membuat kegaduhan, merusak fasilitas, serta merusak flora dan fauna yang ada.

– Setiap pelanggaran terhadap ketentuan ini akan dikenakan sanksi denda atau sanksi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat Berada di Dekat Orang Utan & Satwa

– Pengunjung diimbau tidak menggunakan lampu kilat (blitz) kamera karena cahaya dapat mengganggu orang utan.

– Pengunjung harus melangkah secara perlahan dan tenang.

– Jika mendengar suara kiss-squeak dari orang utan, hal itu menandakan mereka tidak menyukai keberadaan manusia sehingga pengunjung diminta segera menjauh.

– Begitu pula jika orang utan tampak merinding, itu merupakan tanda bahwa ia sedang merasa tertekan.

– Selain itu, pengunjung dilarang memakai pakaian berwarna terang dan disarankan mengenakan pakaian berwarna gelap atau alami.

Nah, itulah tadi informasi lengkap mengenai Nyaru Menteng jika detikers ingin berkunjung saat situasi karhutla sudah mereda nanti. (detikKalimantan)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar
SATU KRU Helikopter “Water Bombing” Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal, Dua Luka-luka
TIM PENYELAM Evakuasi Satu Jenazah Kru Helikopter Mi-17, Langsung Diterbangkan ke Jakarta
RATUSAN EKOR BURUNG tanpa Dokumen Gagal Dikirim
SATU KRU HELI Mi-17 Masih dalam Pencarian
KORUPSI TAMBANG BATU BARA: Samin Tan Didakwa Rugikan Negara Rp 17,7 T
LUAS KARHUTLA Kalteng Meningkat
UPDATE, Tiga Personel TNI AD Gugur Musibah Helikopter Mi 17 di Kalteng

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 22:53

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1

Minggu, 8 November 2026 - 22:47

MENTAN: BANTUAN ALSINTAN Gratis, Masyarakat Lapor Bila Ada Pelanggaran

Minggu, 8 November 2026 - 21:52

SATU KRU Helikopter “Water Bombing” Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal, Dua Luka-luka

Minggu, 8 November 2026 - 19:47

KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian

Minggu, 8 November 2026 - 19:35

TEMAJUK JADI PINTU Pariwisata Indonesia-Malaysia

Minggu, 8 November 2026 - 19:28

AKSI RAKYAT BELA INDONESIA: Ajukan 5 Tuntutan

Minggu, 8 November 2026 - 19:20

GAZA: BANJIR RENDAM 70.000 Tenda, Pengungsi tak Bisa Berlindung

Minggu, 8 November 2026 - 16:07

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Berita Terbaru

Orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Kalteng

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 Nov 2026 - 22:38