NETANYAHU Khawatir Digulingkan

- Penulis

Kamis, 11 Januari 2024 - 00:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PM Israel Benjamin Netanyahu mengkhawatirkan rasa frustrasi yang meningkat dalam Partai Likud yang menaungi dirinya khawatir jika partainya sendiri tiba-tiba bergabung dengan kubu oposisi untuk menggulingkan dirinya. [AFP/ABIR SULTAN]

PM Israel Benjamin Netanyahu mengkhawatirkan rasa frustrasi yang meningkat dalam Partai Likud yang menaungi dirinya khawatir jika partainya sendiri tiba-tiba bergabung dengan kubu oposisi untuk menggulingkan dirinya. [AFP/ABIR SULTAN]

SuarIndonesia — Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sedang mengkhawatirkan rasa frustrasi yang meningkat dalam Partai Likud yang menaungi dirinya. Netanyahu khawatir jika partainya sendiri tiba-tiba bergabung dengan kubu oposisi untuk menggulingkan dirinya dari jabatan PM.

Seperti dikutip detikNews dari kantor berita Anadolu Agency, Rabu (10/1/2024), situasi politik terkini Israel itu dilaporkan oleh surat kabar terkemuka Yedioth Ahronoth. Dukungan untuk Netanyahu diketahui menurun sejak serangan Hamas mengejutkan publik Israel dan tak jelasnya nasib para sandera Israel yang masih ditahan di Jalur Gaza.

Pemimpin oposisi Yair Lapid mengatakan pada Senin (8/1/2024) waktu setempat bahwa partainya, Yesh Atid, siap memberikan suara dukungan untuk upaya mengganti Netanyahu, dengan kandidat penggantinya antara Yuli Edelstein dari Partai Likud atau Benny Gantz atau Gadi Eisenkot dari partai oposisi, Partai Biru dan Putih.

Dalam upaya mengendalikan situasi, menurut laporan Yedioth Ahronoth, Netanyahu berupaya menunjuk kembali menteri-menteri yang mengundurkan diri di bawah Undang-undang Norwegia dengan alasan penutupan kementerian-kementerian yang tidak diperlukan.

Diatur dalam Undang-undang Norwegia yang mengatur penunjukan menteri dan anggota parlemen di Israel, setiap anggota parlemen atau Knesset yang mendapatkan jabatan menteri bisa menyerahkan kursinya dalam parlemen kepada anggota partai yang sama yang maju dalam pemilu namun gagal meraup kursi.

“Dalam beberapa hari terakhir, muncul kekhawatiran akan munculnya pemberontakan melawan Netanyahu di Partai Likud dan langkah bersama dengan oposisi untuk menggulingkannya,” sebut surat kabar Yedioth Ahronoth dalam laporannya.

Baca Juga :   CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

“Kritikan terhadap partai dan koalisi yang berkuasa dari para anggota Partai Likud telah meningkat di tengah upaya untuk mengambil tindakan terhadap Netanyahu,” imbuh laporan Yedioth Ahronoth.

Pada Senin (8/1/2024) waktu setempat, Lapid secara terang-terangan menyebut Netanyahu “tidak memenuhi syarat untuk memimpin negara”.

Seruan untuk menggelar pemilu dini di Israel semakin meningkat saat kritikan menghujani Netanyahu atas kegagalannya mengakui tanggung jawab atas serangan Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 orang pada 7 Oktober tahun lalu.

Jajak pendapat yang digelar oleh media lokal Israel dalam beberapa hari terakhir menunjukkan jika pemilu dini digelar sekarang, Netanyahu tidak akan bisa membentuk pemerintahan. Sementara Gantz diprediksi paling mungkin untuk sukses membentuk pemerintahan dan menggantikan Netanyahu.

Selain memicu korban tewas, serangan Hamas juga membuat sekitar 250 orang lainnya disandera dan ditahan di Jalur Gaza. Puluhan sandera telah dibebaskan dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas pada November tahun lalu, namun lebih dari separuhnya diyakini masih ditahan di Jalur Gaza. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca