SuarIndonesia — Banjir di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah menyebabkan ribuan rumah terendam akibat air Sungai Barito meluap, bahkan akses jalan dalam Kota Puruk Cahu lumpuh.
“Beberapa titik dalam Kota Puruk Cahu saat ini tidak bisa dilewati karena tinggi air ada yang mencapai 50 centimeter,” kata petugas BPBD Murung Raya Rofik saat ditemui di lokasi banjir di Puruk Cahu, Senin (21/10/2024), dikutip dari Antara.
Dia menjelaskan jalan yang susah dilalui itu, yakni Jalan Ahmad Yani, dekat Jembatan Dirung Bajo, Jalan Ahmad Yani simpang tiga Jalan Pulo Basan, dan Jalan Jendral Sudirman, di depan Masjid Agung Al-Istiqlal.
Di dalam Kota Puruk Cahu beberapa titik jalan, bahkan tidak bisa dilewati oleh kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, dan bahkan untuk menyiasati beberapa kelompok warga menyediakan jasa penyeberangan sepeda motor berupa perahu maupun rakit yang terbuat dari batang pohon.
Kepala Pelaksana BPBD Murung Raya Fitrianul Fahriman mengatakan banjir di daerah tersebut dimulai pada Jumat (18/10), sedangkan hingga saat ini kondisinya semakin meluas.
“Data yang terhimpun sebanyak enam dari 10 kecamatan di kabupaten ini sudah merasakan dampak banjir. Untuk data sementara warga yang terdampak ada sebanyak 16.623 jiwa dan sebanyak 4.625 rumah terendam,” kata Fitrianul.
Untuk menetralisasi dampak banjir ini, pemerintah daerah dibantu beberapa pihak sudah mendirikan posko dan dapur umum di semua titik terparah dan tersebar di kecamatan maupun desa terendam banjir.
Khusus untuk warga Kota Puruk Cahu, saat ini juga disediakan posko pelayanan kesehatan yang tersebar di lima titik dan tempat pengungsian di gedung milik pemerintah daerah.
“Dari laporan petugas kami per pukul 10.50 WIB tadi ketinggian air masih mengalami kenaikan berdasarkan alat ukur kami di Pelabuhan Putir Sikan berada pada ketinggian 10,00 meter dan saat ini dinyatakan status siaga 1,” katanya.
Banjir di Murung Raya yang merupakan kabupaten paling utara Kalteng ini, juga berdampak ke kabupaten tetangga yang letaknya berada di wilayah hilir atau selatan Sungai Barito, seperti Barito Utara dan Barito Selatan.
“Banjir di Murung Raya ini nantinya mengalir ke hilir sehingga juga merendam wilayah Barito Utara dan Barito Selatan,” kata Roby, warga Puruk Cahu.
Satbrimob Polda Kalteng Evakuasi Korban Banjir
Semntara itu, anggota personel Kompi 2 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dikerahkan untuk melaksanakan berbagai kegiatan penanggulangan bencana seperti mengevakuasi korban banjir yang terjadi di Kabupaten Murung Raya.

Komandan Satuan (Dansat Brimob) Polda Kalteng, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, di Palangka Raya, Senin, mengatakan bahwa kegiatan penanggulangan bencana ini merupakan salah satu wujud nyata dari tugas dan tanggung jawab Polri dalam melayani masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana alam.
“Dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Murung Raya dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan normal,” kata Nugroho.
Dia menuturkan, apa yang dilakukan personelnya itu adalah sebagai respons cepat terhadap banjir yang melanda Kabupaten Murung Raya, mereka terlibat langsung dalam proses evakuasi warga serta penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Sebanyak 10 personel dari Kompi 2 Batalyon C Pelopor yang dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Kompi (Wadanki) 2, Ipda Jensen, turut serta dalam operasi kemanusiaan ini.
“Dengan dukungan satu unit truk Isuzu Elf dan dua buah tandu, mereka bergerak cepat dalam memberikan bantuan,” ucapnya.
Sementara itu Wadanki 2 Batalyon C Pelopor, Ipda Jensen, juga menambahkan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.
“Kami berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang terkena dampak banjir, mulai dari evakuasi, penyaluran bantuan, hingga pelayanan kesehatan. Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban mereka di tengah musibah ini,” kata Ipda Jensen.
Ia juga menegaskan, bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut selama masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Kami siap siaga dan akan terus bersinergi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan serta kesejahteraan warga terdampak. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai aparat negara untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi apa pun,” demikian Ipda Jansen. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















