SuarIndonesia – Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina tampaknya tak ingin ketinggalan momen Peringatan Sumpah Pemuda.
Hal ini dilakukan petinggi Pemko Banjarmasin dengan mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Walikota periode 2020 – 2025.
“Saya ingin tonggak sejarah ini diingat sepanjang masa dan karena tonggak sejarah perubahan yang diwakili pemuda tersebut dianggapnya merupakan awal dari proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 nantinya,’’ ucap petahana H Ibnu Sina kepada awak media.
Sebab tepat pada Senin sore (28/10), Ibnu mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota ke DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banjarmasin yang berkantor di Jalan S Parman.

Politisi PKS datang ke rumah yang membesarkannya, dengan mengendarai mobil pribadi dengan didampingi Walpri, sopir, dengan fotografernya.
“Saya kira Peringatan Sumpah Pemuda sebuah hari bersejarah. Olehnya kita memilih waktu ini mengembalikan formulir serta bisa mewakili suara pemuda untuk mengulang kesuksesan mencalokan kembali Walikota,” ujar Ibnu.
Ibnu juga mengakui kalau PKS merupakan partai politik kedua yang didatangi Incumbent Wali Kota, setelah Golongan Karya (Golkar).
“Kami sebagai kadar dan pernah dibesarkan PKS yang telah mengusungnya keposisi orang nomor satu di Banjarmasin pada Pilkada lima tahun lalu dengan PDIP,’’ ucap Ibnu lagi.
Ibnu juga mengakui bahwa Partai berbasis Islam tersebut adalah rumah keduanya. Karena banyak keberhasilan yang ditorehkan dari duduk dibangku DPRD Kalsel tiga periode sampai mengantarkannya menjadi anggota DPRD Kalsel.
“Meski pernah mengusung dan dianggap rumah sendiri, tetapi secara administratif pendaftaran harus dilakukan untuk mengikuti proses mulai pengambilan formulir, penfataran, mengikuti proses penjaringan, hingga tahap seleksi, ” kata Ibnu.

Ketua DPD PKS Banjarmasin Hendra menerangkan dua hari atau tepatnya 30 Oktober lagi proses pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil untuk kota Banjarmasin resmi akan ditutup.
Namun jika ada arahan untuk memperpanjang PKS akan melaksananakannya.
Bahkan ke depan, mekanisme penjaringan akan sepenuhnya diserahkan ke DPW PKS Kalsel.
Malah sambil menunggu 5 daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2020 serentak. Seperti Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, Tanah Bumbu dan Kotabaru.
“Setelah dirangkum DPW baru diserahkan ke DPP, semua keputusan di sana pada bakal calon kembali dipanggil termasuk kader serta petahana yang kembali mendaftar juga mengikuti proses penjaringan,” ucap Hendra.
Khusus yang mendaftar dan menyerahkan formulir pendaftaran ke struktur PKS sendiri dari internal Ibnu Sina, Hendra dan Awan Subarkah.
Sementara dari luar eksternal PKS, ada Ananda, Habib Abdurrahman Bahasyim dan Habib Alwi Al Nafis.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















