MIRIS! Trend Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan di Banjarmasin Melonjak

MIRIS! Trend Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan di Banjarmasin Melonjak

Suarindonesia – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Banjarmasin yang masuk menjadi laporan di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Banjarmasin semakin tahun terus meningkat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua P2TP2A, Hj Siti Wasilah, berdasarkan data dari dua tahun terakhir kasus kekerasan anak dan perempuan di Banjarmasin semakin meningkat.

“Kalau tahun 2016 saja kita mendapat laporan kasus sebanyak 35 kasus kemudian meningkat di tahun 2017 menjadi 37 kasus dan tahun 2018 terakhir meningkat lagi menjadi 43 kasus,” ucap Hj Wasilah kepada awak media (16/1).

Menurut Siti Wasilah terdapat lima indikator kasus kekerasan yang dilaporkan oleh masyarakat ke P2TP2A meliputi kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, kekerasan ekonomi, serta perdagangan orang.

Siti Wasilah melanjutkan dari dua tahun terakhir dan memasuki tahun ketiga paling banyak kasus yaitu kekerasan psikis sebanyak 33 kasus, kemudian disusul oleh kekerasan fisik dan seksual yang sama-sama memiliki 9 kasus.

Hj Siti Wasilah memaparkan memasuki tahun ketiga yaitu tahun 2019 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan semakin memprihatinkan. Pasalnya semakin tahun semakin muda usia yang menjadi korban dengan rata-rata di bawah umur 10 tahun.

“Kalau tahun tahun sebelumnya kami mendapati kasus selalu di atas sampai usia 10 tahun. Entah mengapa memasuki tahun 2019 ini menjadi momok yang memprihatinkan yaitu usia korban selalu berusia di bawah 10 tahun,” ungkap Hj Siti Wasilah.

Meski demikian, Siti Wasilah enggan menyebutkan perihal contoh kasus kekerasan anak dan perempuan yang makin tahun kian meningkat. “Cukup menjadi pembelajaran, artinya di sini anak dan perempuan harus diberi pembekalan agar perempuan dan anak sigap menghadapi situasi bilamana mendapati kekerasan,” ujarnya.

Hj Siti Wasilah menambahkan pihak P2TP2A serius dalam menangani kasus yang dilaporkan oleh masyarakat. Ia mengklaim sekitar 80% kasus sudah ditangani dengan pendampingan kepada korban yang menjadi kekerasan terhadap anak dan perempuan di Banjarmasin.(SU)

 262 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: