MIRIS! Trend Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan di Banjarmasin Melonjak

- Penulis

Rabu, 16 Januari 2019 - 15:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Banjarmasin yang masuk menjadi laporan di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Banjarmasin semakin tahun terus meningkat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua P2TP2A, Hj Siti Wasilah, berdasarkan data dari dua tahun terakhir kasus kekerasan anak dan perempuan di Banjarmasin semakin meningkat.

“Kalau tahun 2016 saja kita mendapat laporan kasus sebanyak 35 kasus kemudian meningkat di tahun 2017 menjadi 37 kasus dan tahun 2018 terakhir meningkat lagi menjadi 43 kasus,” ucap Hj Wasilah kepada awak media (16/1).

Menurut Siti Wasilah terdapat lima indikator kasus kekerasan yang dilaporkan oleh masyarakat ke P2TP2A meliputi kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, kekerasan ekonomi, serta perdagangan orang.

Siti Wasilah melanjutkan dari dua tahun terakhir dan memasuki tahun ketiga paling banyak kasus yaitu kekerasan psikis sebanyak 33 kasus, kemudian disusul oleh kekerasan fisik dan seksual yang sama-sama memiliki 9 kasus.

Hj Siti Wasilah memaparkan memasuki tahun ketiga yaitu tahun 2019 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan semakin memprihatinkan. Pasalnya semakin tahun semakin muda usia yang menjadi korban dengan rata-rata di bawah umur 10 tahun.

Baca Juga :   RIBUAN KOSMETIK dan Obat Impor ilegal Disita Reskrim Polresta Banjarmasin

“Kalau tahun tahun sebelumnya kami mendapati kasus selalu di atas sampai usia 10 tahun. Entah mengapa memasuki tahun 2019 ini menjadi momok yang memprihatinkan yaitu usia korban selalu berusia di bawah 10 tahun,” ungkap Hj Siti Wasilah.

Meski demikian, Siti Wasilah enggan menyebutkan perihal contoh kasus kekerasan anak dan perempuan yang makin tahun kian meningkat. “Cukup menjadi pembelajaran, artinya di sini anak dan perempuan harus diberi pembekalan agar perempuan dan anak sigap menghadapi situasi bilamana mendapati kekerasan,” ujarnya.

Hj Siti Wasilah menambahkan pihak P2TP2A serius dalam menangani kasus yang dilaporkan oleh masyarakat. Ia mengklaim sekitar 80% kasus sudah ditangani dengan pendampingan kepada korban yang menjadi kekerasan terhadap anak dan perempuan di Banjarmasin.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIM SAR Cari Satu Anggota Polri dan ABK Hilang di Sungai Barito
TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah
LANGKAH PSIS Semarang Dihentikan Barito Putera, Raih Tiga Poin
BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng
WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 23:11

TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca