SuarIndonesia -Miris !! mendengar kalau anggaran perbaikan kerusakan Jalan Nasional di Km. 171 Satui Barat Kabupaten Tanbu (Tanah Bumbu), akibat longsor, teryata belum ada.
Wakil Ketua DPRD Kalsel HM. Syaripuddin mengatakan semua ini informasi dari balai jalan untuk anggaran perbaikan kerusakan itu
“Anggaran yang ada hanya pemeliharaan jalan bukan perbaikan jalan akibat longsor,” ucapnya usai RDP bersama komisi III DPRD Kalsel, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, Dinas PUPR Kalsel dan Dinas ESDM Kalsel, Rabu (5/10/2022)
Menurut Bang Dhin sapaan akrabnya ada tiga poin penting dalam hasil rapat.

Pertama balai jalan melakukan kajian geolistrik atau kajian kekuatan tanah di sekitar lokasi, jalan longsor.
Kedua dari balai jalan dan Inspektur Tambang Kementrian ESDM meminta PT. Mitrajaya Abadi Bersama (MJAB) melakukan perbaikan jalan darurat.
Dan ketiga DPRD Kalsel meminta membentuk tim kecil untuk bisa dilalui jangka pendek.
“Pihak terkait bisa bergotong royong sama sama memperbaiki jalan itu untuk jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjang menunggu kajian yang dilakukan balai jalan,” ujarnya.
Lanjut Bang Dhin, berdekatan pada jalan nasional yang longsor tersebut terdapat dua ijin usaha pertambangan (IUP).
Sementara Sekretaris komisi III H. Gusti Abidinsyah mengungkapkan terjadinya longsor pada jalan nasional di Km 171 Satui itu bukan bencana alam, namun dikarenakan adanya areal tambang di sekitar jalan.
“Ini tanggung jawab daerah, dan kami akan panggil pihak penambang PT. MJAB yang masuk dikawasan PT. Arutmin dan harus berkontribusi dalam membantu perbaikan jalan itu,” Katanya.
Kepala Balai Penerangan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalsel Sauqi Kamal mengungkapkan anggaran perbaikan jalan nasional yang longsor di km 171 memang belum ada.
“Iya belum dianggarkan, kita belum hitung,” ujarnya seraya menambahkan saat ini pihaknya sudah mulai membuat desain persiapan.

Tapi disana ada juga pihak kontraktor (MJAB) sudah melakukan perbaikan di sekitar lereng di dekat longsoran dan sudah mendapat izin dari Pemerintah Kabupaten Tanbu.
“Setidaknya itu akan membuat badan jalan kita itu lebih aman, dan stabil supaya nantinya kita bisa buat permanennya di lintasan awal itu,” ujarnya. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















