MINTA DICABUT Stick Cone karena Membahayakan Pemakai Jalan

- Penulis

Senin, 28 Desember 2020 - 22:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Keberadaan stick cone yang digunakan sebagai pengaman bagi jalur sepeda di kawasan Jalan A Yani Kota Banjarmasin ternyata menimbulkan polemik di masyarakat.

Bahkan, salah satu warga, Dedi Ahmadi warga Banjarmasin berharap posisi tongkat yang berwarna orange cerah tersebut tidak diadakan lagi dan dilepas seluruhnya, mengingat bisa membahayakan pengendara.

Bagi Dedi, pengguna sepeda saat ini hanya sekedar hobi dan gaya hidup. Aktivitas sepeda juga tidak rutinitas, sehingga itu dirasanya tidak urgent untuk fasilitas sepeda.

“Sepeda itu tidak setiap hari, dan sepeda itu di Banjarmasin adalah gaya hidup atau sekadar hobby. Berbeda dengan di luar negeri yang mana memang diperuntukkan untuk ke kantor dan kegiatan sehari-hari,” ungkapnya saat dihubungi via Whatsapp Senin (27/12/2020) siang.

Hal senada juga diutarakan oleh Dzuardi Mufti Ramadhani bahwa posisi stick cone tidak penting bila masih banyak item pembangunan yang harus dikerjakan. Misalnya perbaikan jalan yang berlobang dan lainnya.

“Malah menurut saya Pemko kurang melakukan sosilaisasi tentang fasilitas,” ungkapnya.

Menurutnya, penggunaan marka jalan sebagai penanda jalur sepeda dinilai lebih aman dan nyaman bagi pengguna sepeda maupun pengguna jalan lainnya.

“Walaupun dipasang, masih banyak pengguna motor yang masuk lajur sepeda. Jadi saya rasa kurang efektif penggunaan stick cone ini,” pungkas anggota club sepeda KELANA itu.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Slamet Begjo mengakui bahwa kebijakan yang baru tersebut memang belum berjalan mulus seperti yang diharapkan.

Baca Juga :   "KONFLIK" Melibatkan Massa dari Masing-masing Pendukung Calon di Pilkada

“Namanya juga baru, jadi wajar ada beberapa kelompok masyarakat yang mengkritik,” ujarnya.

Ia menilai, penggunaan stick cone tersebut sudah benar dan sesuai dengan undang-undang. Pasalnya, jika hanya menggunakan marka jalan sebagai penanda lajur sepeda tidak menjamin keselamatan bagi pengguna sepeda.

“Kalau hanya sekadar marka kan agak kabur, Jadi stick cone ini diadakan untuk membedakan sekaligus sosialisasi lajur mana yang khusus sepeda dan kendaraan bermotor,” tukasnya.

Saat ditanya terkait kritik dan saran yang disampaikan, pihaknya mengaku siap menerima apa pun bentuk keluhan masyarakat. Apakah efektif atau tidaknya penggunaan stick cone tersebut.

“Semua itu kita kita jadikan evaluasi ke depan, yang namanya sebuah pembangunan tidak bisa keinginan masyarakat serta merta dituruti dan dikembalikan seperti sebelumnya,” jelas Slamet.

Selain itu, Slamet juga mengakui bahwa sosialisasi tentang lajur baru pesepeda itu juga belum maksimal. Meski sudah mengajak beberapa club gowes di banjarmasin.

“Memang belum maksimal untuk sosialisasinya. Makanya sudah jadi hal yang biasa kebijakan baru mendapat kritikan,” tandasnya.

Lantas, apakah stick cone tersebut kemungkinan akan kembali ditiadakan?

Slamet kembali menegaskan, bahwa keputusan tersebut tergantung dari hasil evaluasi pihaknya bersama pihak Forum LLAJ dan kelompok gowes.

“Sampai saat ini kita sambil melakukan evaluasi, kalau memang hasilnya diputuskan untuk dicabut, maka kita tidak akan memasangnya lagi,” tutupnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AMUK API Hanguskan Tiga Toko di Sungai Andai Banjarmasin Utara
KOLABORASI Polri – Media Investasi Sosial Sangat Penting, Begini Penekanan Kapolda Kalsel
SEORANG MONTIR MOTOR Tergeletak Tak Bernyawa di Bengkel
BAKTI KESEHATAN POLRI, Berkaitan Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kalsel Layani 7.414 Warga
DISOROT Anggota Komisi XIII DPR RI Pangeran Khairul Saleh, Target Pemberian Amnesty Maupun Abolisi 40 Hingga 100 Ribu
MIGRAN CENTER ULM Satu-satunya di Kalimantan, Menteri P2MI : Berorientasi tak Hanya Lokal Tetapi Menjadi Talenta Global
JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba
PWI KALSEL Dorong Puluhan Media Bisa Terverifikasi Dewan Pers Tahun Ini

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:24

UMPAN Pemancing Disambar Buaya

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:49

AMUK API Hanguskan Tiga Toko di Sungai Andai Banjarmasin Utara

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:36

SEORANG MONTIR MOTOR Tergeletak Tak Bernyawa di Bengkel

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:33

BAKTI KESEHATAN POLRI, Berkaitan Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kalsel Layani 7.414 Warga

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:17

DISOROT Anggota Komisi XIII DPR RI Pangeran Khairul Saleh, Target Pemberian Amnesty Maupun Abolisi 40 Hingga 100 Ribu

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:25

MIGRAN CENTER ULM Satu-satunya di Kalimantan, Menteri P2MI : Berorientasi tak Hanya Lokal Tetapi Menjadi Talenta Global

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:37

JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba

Senin, 22 Juni 2026 - 21:45

PWI KALSEL Dorong Puluhan Media Bisa Terverifikasi Dewan Pers Tahun Ini

Berita Terbaru

Umpan pemancing di Kumai disambar buaya. (Foto: Istimewa)

Kalteng

UMPAN Pemancing Disambar Buaya

Rabu, 24 Jun 2026 - 00:24

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat menyampaikan sambutan dalam acara peresmian DEAL 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). (Foto: An tara/Farhan Arda N)

Lifestyle

KEMKOMDIGI Siapkan AI dalam Digitalisasi Bansos

Selasa, 23 Jun 2026 - 23:53

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca